Repelita [Jakarta] - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tengah menjalani agenda kunjungan kerja yang intensif ke berbagai wilayah di tanah air selama masa jabatannya.
Berbeda dengan fokus agenda luar negeri yang dijalankan oleh Presiden Prabowo Subianto, Gibran terlihat lebih memprioritaskan mobilitas di dalam negeri.
ADVERTISEMENT
Catatan aktivitas menunjukkan bahwa ia telah menyambangi sedikitnya 164 lokasi berbeda yang tersebar di seluruh pelosok nusantara.
Cakupan wilayah kunjungan tersebut setidaknya telah menyentuh 30 provinsi dari total 38 provinsi yang ada di Indonesia.
Agenda yang dijalankan dalam rangkaian perjalanan tersebut utamanya diisi dengan penyaluran berbagai bentuk bantuan kepada masyarakat setempat.
Manuver politik ini memicu spekulasi luas di kalangan pengamat mengenai upaya konsolidasi dukungan akar rumput untuk kepentingan jangka panjang.
Banyak pihak menilai langkah strategis tersebut sebagai strategi untuk menggalang basis massa yang kuat menjelang kontestasi pemilihan umum tahun 2029 mendatang.
Narasi yang berkembang di masyarakat pun mengibaratkan pembagian peran antara kepala negara dan wakilnya dalam mengamankan pengaruh politik.
Gibran dan pendukungnya dalam hati bilang, “Silakan kuasai panggung internasional, biar saya yang kuasai panggung Nasional”.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Gibran Ke Mana?
— Ardianto Satriawan (@ardisatriawan) May 31, 2026
KELILING INDONESIA GUYS.
Jadi Prabowo keliling dunia.
Gibran keliling Indonesia.
Ada 164 tempat yang sudah dikunjungi sejak dia menjabat.
30 Provinsi sudah dikunjungi dari total 34.
Ngapain? Bagi-bagi bantuan di mana-mana.
Diam-diam ngumpulin suara buat… pic.twitter.com/IR2n0bN4cS
Gibran Ke Mana?
— Ardianto Satriawan (@ardisatriawan) May 31, 2026
KELILING INDONESIA GUYS.
Jadi Prabowo keliling dunia.
Gibran keliling Indonesia.
Ada 164 tempat yang sudah dikunjungi sejak dia menjabat.
30 Provinsi sudah dikunjungi dari total 34.
Ngapain? Bagi-bagi bantuan di mana-mana.
Diam-diam ngumpulin suara buat… pic.twitter.com/IR2n0bN4cS
Timsesnya Gibran paham kalau nama Emanuel Macron tdk akan ditemukan di lembar kertas suara pada pilpres thn 2029
— Caktweetjustice (@Caktweetjustice) May 31, 2026