Repelita [Jakarta] - Ketua Komisi II DPR RI, M Rifqinizamy Karsayuda, memicu reaksi keras publik setelah mengkritik tajam mentalitas kerja Aparatur Sipil Negara. Ia menyoroti fenomena oknum aparatur yang dinilai tidak produktif.
Rifqinizamy menggambarkan perilaku tersebut dengan istilah yang mencolok. Ia menyebut banyak ASN datang pagi hanya untuk melakukan absensi, menghabiskan waktu dengan minum kopi, lalu pulang, dan kembali lagi sore hari hanya untuk absen pulang.
ADVERTISEMENT
Sebagai tindak lanjut, Komisi II DPR RI kini mendorong revisi Undang-Undang ASN. Pihaknya berencana menerapkan sistem penilaian kinerja atau Key Performance Indicator yang lebih ketat agar performa pegawai bisa dievaluasi hingga tahap pemberhentian.
Namun, narasi tersebut justru menjadi bumerang bagi Rifqinizamy. Alih-alih mendapatkan dukungan, pernyataannya memicu gelombang kritik balik dari netizen yang menilai anggota dewan tidak pantas memberikan teguran tersebut.
Warganet menuding para wakil rakyat kerap menunjukkan perilaku serupa, bahkan lebih buruk, saat menjalankan tugas di parlemen. Fenomena anggota dewan yang absen saat rapat paripurna atau kedapatan tertidur menjadi senjata utama netizen dalam membalas kritik tersebut.
Sindiran tajam membanjiri berbagai platform media sosial sebagai respons atas pernyataan sang legislator. Publik mendesak anggota DPR untuk mengevaluasi diri sendiri terlebih dahulu sebelum menuntut kinerja lebih baik dari pihak lain.
Salah satu netizen menuliskan sindirannya di platform X dengan kalimat berikut:
"Lucu sekali melihat mereka yang sering bolos rapat malah mengkritik etos kerja orang lain. Coba cek berapa banyak kursi kosong saat sidang!"
Isu ini mencerminkan tingginya ketidakpercayaan masyarakat terhadap kualitas elite politik. Bagi publik, kritik dari pihak legislatif dianggap tidak relevan jika mereka sendiri belum mampu menunjukkan etos kerja yang disiplin dan produktif bagi rakyat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di era keterbukaan informasi, setiap kritik yang dilontarkan pejabat publik akan segera diuji dengan realitas perilaku mereka sendiri di hadapan rakyat. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok