Repelita Jakarta - Kehebohan digital kembali mewarnai ruang publik setelah beredarnya rekaman momen pertemuan informal yang memperlihatkan interaksi tidak biasa antar-tokoh nasional.
ADVERTISEMENT
Rekaman yang menjadi perbincangan hangat tersebut diunggah pertama kali oleh akun @ch_chotimah2 pada hari Sabtu tanggal dua puluh empat Oktober tahun dua ribu dua puluh enam.
Melalui unggahan tersebut ia melontarkan kritik atas perubahan sikap gestur kesopanan sang pejabat dengan menuliskan seccara utuh Biasanya kalau ada kamera pas ketemu orang sampai salim tunduk-tunduk, inikok ketemu orang tua sendiri salim pun tidak. Lupa pencitraan ya?🤭 Banyak masalah ya?.
Cuitan bernada satire itu langsung mendapat beragam komentar dari pengguna platform global yang menyoroti konsistensi etika tata krama pejabat publik di hadapan kamera.
Netizen berakun @wansrosadi ikut memberikan komentar tajam mengenai perbedaan pembawaan karakter personal lewat tulisan Kemarin ternulnya sanjung2 Gibran sangat sopan dg posting video Gibran lagi nunduk2 ke Pastor, pendeta2 Budha dan buk Shinta Nuriyah. Ternyata inilah watak aslinya, ke ayahnya sndri cuek, gak ada sopan santun.
Masyarakat diharapkan tetap bijak menilai setiap potongan visual yang beredar di dunia maya serta tidak mudah terpengaruh oleh pembingkaian opini sepihak yang rawan memicu perpecahan.
Disiplin komunikasi etis di media sosial menjadi kunci penting guna menjaga keharmonisan informasi dan menghindari penyebaran sentimen negatif yang tidak produktif bagi iklim demokrasi. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Biasanya kalau ada kamera pas ketemu orang sampai salim tunduk-tunduk, inikok ketemu orang tua sendiri salim pun tidak. Lupa pencitraan ya?🤭 Banyak masalah ya? https://t.co/6R2mTRo6bA
— Chusnul ch💞timah (@ch_chotimah2) October 24, 2026