Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Bupati Sidoarjo Tanggung Biaya Santri Keracunan MBG, Warganet Kecam SPPG Lepas Tangan

Repelita.net

07 September 2026 17:09 WIB • 422 view

[VIRAL] Bupati Sidoarjo Tanggung Biaya Santri Keracunan MBG, Warganet Kecam SPPG Lepas Tangan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sebuah unggahan video pendek yang dibagikan oleh akun @zulhilmi.yahya pada tanggal 7 September 2026 menarik perhatian luas dari para pengguna jejaring sosial.

Unggahan tersebut menyoroti langkah tegas Bupati Sidoarjo Subandi dalam menyikapi insiden keracunan massal yang menimpa para santri akibat program makan bergizi gratis.

ADVERTISEMENT

Dalam rekaman wawancara dengan stasiun televisi yang dimuat dalam unggahan tersebut, sang kepala daerah mengonfirmasi bahwa pemerintah kabupaten mengambil alih seluruh beban finansial pengobatan korban.

Seluruh biaya perawatan medis para santri yang keracunan MBG menggunakan anggaran dari Pemkab Sidoarjo, demikian poin utama yang disampaikan dalam video itu.

Selain menanggung biaya kesehatan, Bupati Sidoarjo juga melontarkan kritik tajam kepada pihak penyedia makanan yang dinilai sempat menghindar dari tanggung jawab awal.

Subandi juga menyayangkan pihak SPPG yang lari dari tanggung jawab, ungkap narasi yang terekam dalam video wawancara tersebut.

Setelah melalui proses pengecekan yang intensif dan didesak berbagai pihak, pimpinan fasilitas penyedia makanan itu akhirnya menyampaikan permohonan maaf terbuka.

Pemerintah daerah setempat merasa keberatan karena beban finansial pemulihan kesehatan korban keracunan makanan seharusnya tidak sepenuhnya dibebankan kepada anggaran daerah.

Subandi juga menyayangkan jika ada keracunan MBG, biaya pengobatan dilimpahkan sepenuhnya ke pemerintah setempat, tegasnya dalam rekaman yang sama.

Kolom komentar unggahan tersebut langsung disesaki oleh berbagai tanggapan kritis serta kecaman keras dari para warganet yang mengikuti perkembangan kasus ini.

Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan efektivitas serta peran nyata dari badan pengelola program nasional dalam menghadapi krisis di daerah.

Lha, sy kira semua biaya pengobatan akibat keracunan MBG ditanggung BGN ?, tulis akun @soenaryadi melontarkan keheranannya.

Pertanyaan menohok turut dilontarkan mengenai bentuk kontribusi nyata dari lembaga pusat dalam menangani dampak negatif di lapangan.

Terus BGN sumbangsihnya apa ?, imbuh akun @soenaryadi mempertanyakan fungsi lembaga tersebut.

Kritik pedas lainnya disampaikan oleh pengguna lain yang menuding tata kelola program berjalan buruk serta dipenuhi kepentingan pihak tertentu.

BGN Amburadul isinya penyamun kabeh, timpal akun @bayoy_65 dengan nada sinis.

Pemilik akun pengunggah turut memberikan respons tambahan memperkuat informasi terkait ketidaksiapan pihak pengelola menanggung risiko di lapangan.

Ga mau tanggung jawab kalo ada yg keracunan, balas akun @zulhilmi.yahya selaku pembuat utas.

Sorotan publik semakin melebar ketika warganet lain menyinggung fokus lain dari lembaga pengelola yang dianggap tidak sejalan dengan prioritas pelayanan dasar.

BGN nya sibuk ambil aset Telkom wkwkwk, tulis akun @hhanifahaq dalam kolom komentar.

Kecaman juga datang dari kalangan masyarakat yang menilai program tersebut justru mendatangkan beban bagi berbagai pihak terkait.

Nih program nyusahin semua orang termasuk instansi. Kecuali yang punya dapur dan yang kerja di dalamnya, sahut akun @panduright24.

Desakan agar penegak hukum turun tangan mengusut tuntas insiden ini turut disuarakan secara terbuka oleh pengguna internet.

Tuntut lah. Adukan kepada APH.Minta bertanggung jawab secara hukum. Tidak boleh dibiarkan bebas. Tuman, cetus akun @amuricu.

Kendati demikian, terdapat keraguan dari pembuat unggahan mengenai celah hukum yang melindungi pihak pengelola dari jeratan pidana.

Keknya dilindungi sama undang2 jadi gabisa dipidana, balas akun @zulhilmi.yahya menanggapi desakan hukum tersebut.

Sanksi administratif yang tegas berupa penutupan operasional unit penyedia turut disuarakan oleh warganet agar memberikan efek jera.

Tutup sppg nya donk, suruh ksh kompensasi buat korban keracunan, usul akun @keranjangmomiehh.

Deretan komentar penutup memperlihatkan kekecewaan mendalam atas ketimpangan tanggung jawab antara pemerintah daerah dan pihak pengelola program pusat.

Siswa keracunan yang tanggungjawab pemda, lahannya sengaja dibakar sendiri buat nanem sawit yang tanggungjawab warga sekitar, gokiillll, sindir akun @kameragelap menutup diskusi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung