Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Anies Masuk Dewan Penasehat Riyadh, Netizen Sebut Indonesia Kehilangan Pemimpin Berkualitas

Repelita.net

18 May 2026 13:29 WIB • 1,381 view

[VIRAL] Anies Masuk Dewan Penasehat Riyadh, Netizen Sebut Indonesia Kehilangan Pemimpin Berkualitas
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Jagat media sosial X digemparkan oleh kabar mengenai penunjukan mantan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, sebagai bagian dari jajaran Dewan Penasehat Kota Riyadh, Arab Saudi, yang memicu kehebohan masif di kalangan warganet tanah air.

Kabar mengenai apresiasi internasional terhadap tokoh nasional tersebut memicu gelombang emosional dari para pengguna internet yang membandingkan pengakuan dari luar negeri dengan dinamika politik domestik pasca-pemilu di Indonesia.

ADVERTISEMENT

Melalui cuitan di media sosial X, sebuah akun dengan nama nadh atau @maujdkucingaja pada Minggu, 17 Mei 2026 mengungkapkan kekecewaan mendalam atas situasi politik nasional sembari melayangkan kritik tajam terhadap hasil pemilu, bANGKEEE SEDIH BGT ANIES MASUK DEWAN PENASEHAT KOTA RIYADH fuckk indooonnn!! literally our biggest what if bsbsnya negara lain lebih appreciate blio dibanding negara sendiri and now we’re stuck with the DONGO WOWO as our president forever fuck uu 58% yang langsung menuai ratusan ribu tayangan di platform tersebut.

Unggahan emosional yang menjadi viral itu seketika memancing interaksi berantai dari para pengguna lain, di mana akun mei atau @kopidolce_ pada Minggu, 17 Mei 2026 ikut meluapkan kekesalan personalnya mengenai kondisi kepemimpinan nasional dengan menuliskan kalimat, bayangin bisa dapet presiden yang mau ngurusin rakyat nya, bukan memuaskan ego ngotot jaman muda nya itu ): ga ikut milih, tapi ikut kena dampak nya sebagai bentuk kekecewaan.

Sindiran bernada metafora yang cukup tajam juga dilayangkan oleh pengguna lain dengan akun mazik atau @mazikmazid pada Minggu, 17 Mei 2026, yang mengibaratkan sang tokoh seperti sebuah benda berharga yang justru disia-siakan di dalam negeri sendiri, di mana ia mencuitkan pandangan, Berliannya diambil tetangga jauh, giliran di sini kotoran kucingnya disimpen baik2 di kantong baju. Mana dicium cium tiap ada kesempatan.

Pandangan filosofis mengenai kapasitas intelektual sang mantan menteri pendidikan turut disuarakan oleh akun indiana marrakech atau @indianamara01 pada Senin, 18 Mei 2026 yang menganggap kompetensi yang bersangkutan akan selalu dicari oleh peradaban luar, Orang berilmu laksana permata sunyi.ia tidak mengejar genggaman siapa pun, namun dunia justru mencarinya. Ada kalanya seorang seperti Anies menjadi metafora: permata yg dibawa ke mana2 oleh hausnya manusia akan arah. Permata tak minta mata tuk memandang…kilaunya lah yg memanggil tanpa perlu pengakuan sepihak.

Kritik bernada sarkasme dengan menggunakan analogi kedewasaan kepemimpinan yang sangat tajam juga dituliskan oleh akun Bawang atau @bejeleglugeh pada Senin, 18 Mei 2026 yang membandingkan figur oposisi tersebut dengan para pemegang otoritas kekuasaan saat ini melalui cuitan keras, Anies sdh Jawa, sdh melewati sunat, dan sdh di ambang pintu. Kedewasaannya sbg pemimpin sdh siap. Sementara Bowok Gibran, blm sunat, blm mentas, giginya masih susu semua. Perlu di gundul dahulu, krn mereka bodohnya mirip, baiknya di taruh di kuburan barang 1 bulan 7 hr.

Di sisi lain, akun Fuji Hirose atau @OceanYouse19963 pada Minggu, 17 Mei 2026 mempertegas bahwa gelombang protes di jagat maya tersebut murni lahir dari keresahan kolektif lintas kelompok penonton politik dan bukan sekadar aksi pelampiasan dari para pendukung fanatik yang kalah dalam kontestasi, Kita jelek2in mister pres bukan kita semua warga x pendukung anies,trus kita g suka anies kalah.enggak..enggakkkk!!! Dsni kita ada kok yg golput,pendukung ganjar.dsini kita cuma marah ke pemimpin Indo sekarang yg kebetulan fave lo itu.

Rasa prihatin terhadap fenomena hengkangnya talenta terbaik bangsa menuju panggung internasional juga disinggung secara singkat oleh akun dedentist atau @dedentist1966 pada Minggu, 17 Mei 2026 melalui sebuah komentar ringkas, Sedihnya...yang bagus orangnya dipake di luar negeri yang menggambarkan ironi kondisi sumber daya manusia tanah air saat ini.

Keberhasilan sang tokoh merambah institusi strategis di kawasan Timur Tengah ini pada akhirnya memicu perdebatan sengit mengenai efektivitas kepemimpinan nasional saat ini, di mana sebagian besar warganet menganggap peristiwa ini sebagai sebuah kehilangan besar bagi masa depan pembangunan Indonesia.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung