Repelita Jakarta - Gelombang penolakan dari kalangan akademisi luar negeri mulai pecah di wilayah ibu kota negara tetangga terkait isu pencemaran udara regional.
Sejumlah elemen pemuda bersama pegiat penyelamat ekosistem di wilayah semenanjung menggelar mimbar bebas tepat di depan gerbang kantor perwakilan diplomatik tanah air.
ADVERTISEMENT
Informasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @trensterid pada hari Minggu, 6 September 2026 yang memperlihatkan barisan massa menuntut pertanggungjawaban atas sebaran polusi udara.
Peserta aksi mengarahkan desakan mereka pada lambatnya penanggulangan titik api di area perkebunan komoditas komersial yang memicu polusi asap lintas yurisdiksi.
Kritik tajam dalam orasi tersebut diarahkan langsung kepada nakhoda istana kepresidenan yang dinilai belum optimal dalam melakukan mitigasi bencana lingkungan di lapangan.
Kehadiran gerakan massa di depan kantor duta besar ini seketika memantik pelbagai respons dan opini kontras dari kalangan masyarakat di ruang siber.
Sentimen ketidakpuasan diluapkan oleh salah satu netizen melalui akun @coucou_everyone yang melontarkan kalimat pendek Pham ngak situ @gerindra di kolom komentar.
Perbandingan prioritas gerakan sosial di wilayah jiran disinggung secara sarkas oleh akun @sastera.chang dengan mengetik kalimat Demo Rohingya ❌ Demo Jerebu ✅ di media sosial.
Kekecewaan mendalam atas merosotnya reputasi kepemimpinan nasional di mata dunia dibeberkan oleh akun @anomali_gta5 melalui ketikan Alamak sampe didemo warga negara lain. Tp emg dia cita2nya secircle ma idolanya sih: Trump n Netanyahu. secara terbuka.
Rangkaian argumen publik tersebut ditutup oleh respons singkat dari akun @notardaan yang hanya menuliskan kata pendek Wups sebagai penegas diskusi.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads