Berita, Internasional

Utusan Trump Minta FIFA Coret Iran dari Piala Dunia 2026, Gantikan dengan Italia

Repelita.net

23 April 2026 16:56 WIB • 1,042 view

Utusan Trump Minta FIFA Coret Iran dari Piala Dunia 2026, Gantikan dengan Italia
Foto: Istimewa

Repelita New York - Seorang utusan khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan meminta FIFA untuk mencoret Timnas Iran dari Piala Dunia 2026.

Permintaan kontroversial ini diajukan sebagai bentuk intervensi politik yang dinilai merusak integritas olahraga sepak bola dunia.

ADVERTISEMENT

Utusan yang bernama Paolo Zampolli tersebut bahkan mengusulkan agar posisi Iran yang dicoret digantikan oleh Timnas Italia yang gagal lolos kualifikasi.

Gelaran Piala Dunia 2026 yang seharusnya menjadi pesta sepak bola paling bergengsi kini dibayangi oleh ketegangan geopolitik yang semakin meruncing.

Pemerintah Amerika Serikat di bawah administrasi Trump melontarkan manuver yang oleh banyak pihak dinilai sebagai tindakan semena-mena dan arogan.

Bukan rahasia lagi jika hubungan diplomatik antara Washington dan Teheran sedang berada di titik nadir akibat konflik bersenjata dan blokade ekonomi berkepanjangan.

Namun upaya untuk menarik permusuhan politik ke dalam kompetisi olahraga internasional kini telah mencapai puncaknya yang paling ekstrem.

Melansir laporan dari The Financial Times dan The Jerusalem Post, Zampolli dikabarkan telah mengajukan permohonan resmi kepada Presiden FIFA Gianni Infantino.

Zampolli secara gamblang mengakui keinginan tersebut dengan alasan sentimental pribadi karena dirinya adalah penduduk asli Italia.

"Saya mengonfirmasi bahwa saya telah menyarankan kepada Trump dan (Presiden FIFA) Infantino agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia," kata Zampolli.

"Saya penduduk asli Italia, dan merupakan impian untuk melihat Azzurri di turnamen yang diselenggarakan di AS," ujarnya menambahkan alasan sentimental tersebut.

"Dengan empat gelar juara, mereka memiliki silsilah yang kuat untuk membenarkan penyertaan tersebut," pungkas utusan Trump itu tanpa malu.

Langkah ini dinilai banyak pihak sebagai upaya diplomatik untuk memperbaiki hubungan antara Donald Trump dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni.

Meskipun Italia merupakan raksasa sepak bola dunia dengan sejarah panjang, mereka secara teknis gagal lolos kualifikasi setelah takluk dari Bosnia dan Herzegovina.

Memasukkan tim yang tidak lolos kualifikasi demi kepentingan politik negara tuan rumah dianggap sebagai preseden buruk yang sangat berbahaya.

Tindakan ini dinilai dapat menghancurkan sportivitas dan prinsip dasar fair play yang selama ini dijunjung tinggi oleh FIFA dan seluruh anggota federasi.

Banyak pengamat internasional menilai bahwa AS bertindak terlalu arogan dengan memanfaatkan statusnya sebagai tuan rumah utama untuk mendikte peserta.

Di sisi lain, Iran saat ini berada dalam posisi yang sangat sulit karena mereka sempat meminta pertandingan dipindahkan ke Meksiko demi alasan keamanan.

Kekhawatiran Iran terkait ancaman dan blokade yang diberlakukan AS terhadap warga negaranya dinilai cukup beralasan mengingat situasi ketegangan yang tinggi.

Namun bukannya memberikan jaminan keamanan sebagai tuan rumah yang baik, pihak AS justru mencari celah untuk mendepak Iran sepenuhnya dari ajang dunia.

Hingga saat ini FIFA belum memberikan pernyataan resmi terkait tekanan politik yang datang dari Gedung Putih tersebut.

Publik sepak bola dunia kini menunggu dengan cemas apakah FIFA akan tetap teguh pada prinsip 'olahraga bebas politik' atau justru tunduk pada intervensi negara adidaya.

Jika FIFA mengabulkan permintaan yang dinilai semena-mena ini, maka Piala Dunia 2026 tidak lagi menjadi panggung prestasi olahraga yang adil.

Turnamen empat tahunan itu berisiko berubah menjadi arena permainan kekuasaan yang mencederai keadilan bagi para atlet yang telah berjuang keras.

Para pemain Iran yang telah berjuang melewati babak kualifikasi panjang berhak untuk tampil tanpa tekanan politis dari negara tuan rumah yang intoleran.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung