Berita, Nasional

Utang Whoosh Direstrukturisasi Jadi 80 Tahun, Pemerintah Pastikan Beban Cicilan Lebih Ringan

Repelita.net

10 September 2026 21:22 WIB • 287 view

Utang Whoosh Direstrukturisasi Jadi 80 Tahun, Pemerintah Pastikan Beban Cicilan Lebih Ringan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Restrukturisasi terhadap kewajiban finansial megaproyek transportasi cepat rel antara ibu kota menuju tanah parahyangan telah resmi dilakukan dengan jangka waktu pelunasan mencapai delapan puluh tahun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa melalui rentang waktu pembayaran selama delapan dekade tersebut, beban cicilan tahunan dapat ditekan hingga menyentuh angka sekitar satu triliun rupiah atau sedikit di bawah nominal itu.

ADVERTISEMENT

Delapan puluh tahun saya dengar kemarin, makanya hebat juga tuh. Iya, kita udah mati, santai aja. Eh, gue yang udah mati, gue, ujar Purbaya ketika memberikan keterangan kepada awak media bertempat di kawasan Sunter, Jakarta Utara, pada hari Selasa tanggal 8 bulan September tahun 2026.

Lembaga pengelola investasi nasional bersama institusi pembiayaan infrastruktur pelat merah diproyeksikan menjadi pihak yang memegang kendali atas penanganan kewajiban Whoosh tersebut.

Purbaya menuturkan bahwa proses pengalihan tanggung jawab pembayaran yang sebelumnya berada di bawah naungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara saat ini masih berjalan secara bertahap dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada tanggal 15 bulan September mendatang.

Ada kemungkinan, mungkin kita pakai SMI dan INA. nanti kita lihat, tutur Purbaya sewaktu menjelaskan langkah strategis penataan kewajiban finansial itu.

Kalkulasi menyeluruh terkait besaran anggaran yang wajib disetor tiap tahunnya telah rampung dikaji oleh Purbaya guna memastikan ketersediaan dana cadangan yang memadai.

Jadi gini, saya cuma lihat bebannya setiap tahun seperti apa sih, saya lihat setiap tahun. Saya lihat, 'Oh kalau segini aja cukup lah ditangani oleh satu SMV, satu perusahaan SMV di bawah Departemen Keuangan, atau dua. Tapi uangnya cukup lebih, ucap Purbaya dalam kesempatan yang sama.

Beban finansial pascaperubahan skema pembayaran dipastikan jauh lebih ringan dibandingkan kekhawatiran yang sempat berkembang di tengah masyarakat sebelumnya.

Jadi tidak semengerikan yang dibayangkan sebelumnya, karena utangnya sudah direstrukturisasi, imbuh Purbaya mempertegas situasi fiskal terkini.

Selain penataan ulang beban masa lalu, pemerintah di bawah arahan Purbaya juga tengah mematangkan grand desain penambahan jaringan jalur kereta berkecepatan tinggi hingga merambah wilayah provinsi Jawa Timur.

Komunikasi intensif serta penjajakan kerja sama strategis perihal proyek ekspansi tersebut telah dikomunikasikan secara langsung oleh Purbaya kepada jajaran menteri serta otoritas berwenang di Tiongkok.

Nanti kami tarik ke Jawa Timur (Whoosh). Kan jadi punya saya kan, punya SMV itu kan kereta cepatnya, kami akan tarik ke Jawa Timur, saya udah bicara dengan menteri keuangan China dan siapa yang berwenang di sana, sepertinya mereka tertarik, pungkas Purbaya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung