Berita, Nasional

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.506 Triliun per Februari 2026, BI Klaim Masih Sehat dan Terkendali

Repelita.net

16 April 2026 14:57 WIB • 1,164 view

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.506 Triliun per Februari 2026, BI Klaim Masih Sehat dan Terkendali
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Posisi Utang Luar Negeri Indonesia kembali menunjukkan tren kenaikan signifikan berdasarkan laporan terbaru dari Bank Indonesia.

Bank Indonesia melaporkan bahwa per Februari 2026, total utang luar negeri RI telah menyentuh angka 437,9 miliar dolar Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

Jika dikonversikan dengan asumsi kurs Rp17.140 per dolar AS, maka nominal tersebut setara dengan Rp7.506 triliun.

Angka fantastis ini mengalami kenaikan sekitar 3 miliar dolar AS hanya dalam waktu satu bulan dibandingkan posisi Januari 2026 yang sebesar 434,9 miliar dolar AS.

Secara tahunan atau year-on-year, utang luar negeri Indonesia tumbuh sebesar 2,5 persen.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengungkapkan bahwa lonjakan ini utamanya dipicu oleh sektor publik, khususnya aktivitas di bank sentral.

"Kenaikan ULN dipengaruhi oleh aliran modal asing yang masuk ke instrumen moneter, yakni Sekuritas Rupiah Bank Indonesia," jelas Ramdan dalam keterangan resminya pada Rabu (15/4/2026).

Di sisi lain, Ramdan menambahkan bahwa utang luar negeri sektor swasta justru menunjukkan tren penurunan.

Utang pemerintah pusat tercatat mencapai 215,9 miliar dolar AS.

Meskipun secara angka terbilang besar, pertumbuhan utang pemerintah melambat menjadi 5,5 persen secara tahunan dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 5,6 persen.

Perlambatan ini dipengaruhi oleh penurunan posisi surat utang negara yang diterbitkan pemerintah.

Sementara itu, utang Bank Indonesia justru mengalami peningkatan seiring dengan kebijakan pro-market yang diambil bank sentral.

Banyak investor asing memburu instrumen BI demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Kabah baik datang dari sektor swasta yang mencatatkan penurunan sebesar 0,7 persen secara tahunan menjadi 193,7 miliar dolar AS.

Kontraksi ini terjadi baik di lembaga keuangan yang turun 2,8 persen maupun di perusahaan non-keuangan yang turun 0,2 persen.

Meskipun angka utang tembus Rp7.500 triliun sering memicu kekhawatiran publik, Bank Indonesia menegaskan bahwa struktur ULN Indonesia saat ini masih dalam kategori sehat dan terkendali.

Rasio utang luar negeri terhadap produk domestik bruto tercatat sebesar 29,8 persen yang masih di bawah batas aman sesuai undang-undang.

Dominasi utang berjangka panjang mencapai 84,9 persen, artinya mayoritas utang bukan merupakan utang dengan jatuh tempo pendek.

Pertumbuhan tahunan utang sebesar 2,5 persen dinilai masih dalam koridor pertumbuhan ekonomi nasional.

Bank Indonesia memastikan akan terus memantau perkembangan ULN secara ketat dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Pengelolaan utang diarahkan untuk mendukung pembiayaan sektor produktif demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung