Berita, Nasional

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.506 Triliun, Naik Fantastis dalam Sebulan

Repelita.net

16 April 2026 15:00 WIB • 1,104 view

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.506 Triliun, Naik Fantastis dalam Sebulan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Posisi Utang Luar Negeri Indonesia kembali mencatatkan angka fantastis yang menembus Rp7.506 triliun per Februari 2026.

Bank Indonesia melaporkan total utang tersebut setara dengan 437,9 miliar dolar Amerika Serikat dengan asumsi kurs Rp17.140 per dolar AS.

ADVERTISEMENT

Angka ini mengalami kenaikan sekitar 3 miliar dolar AS hanya dalam kurun waktu satu bulan dibandingkan posisi Januari 2026 yang sebesar 434,9 miliar dolar AS.

Secara tahunan, utang luar negeri Indonesia tumbuh sebesar 2,5 persen.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengungkapkan bahwa pihak yang paling banyak meminjam berasal dari sektor publik, terutama aktivitas di bank sentral.

"Kenaikan ULN dipengaruhi oleh aliran modal asing yang masuk ke instrumen moneter, yakni Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI)," jelas Ramdan dalam keterangan resminya, Rabu (15/4/2026).

Utang pemerintah pusat tercatat mencapai 215,9 miliar dolar AS dengan pertumbuhan yang melambat menjadi 5,5 persen secara tahunan.

Utang Bank Indonesia justru mengalami peningkatan signifikan seiring kebijakan pro-market yang menarik banyak investor asing memburu instrumen BI.

Di sisi lain, utang swasta justru menunjukkan tren penurunan sebesar 0,7 persen secara tahunan menjadi 193,7 miliar dolar AS.

Kontraksi utang swasta terjadi baik di lembaga keuangan yang turun 2,8 persen maupun di perusahaan non-keuangan yang turun 0,2 persen.

Meskipun angka utang tergolong fantastis, Bank Indonesia menegaskan bahwa struktur ULN Indonesia masih dalam kategori sehat dan terkendali.

Rasio utang terhadap produk domestik bruto tercatat 29,8 persen yang masih jauh di bawah batas aman.

Dominasi utang berjangka panjang mencapai 84,9 persen sehingga risiko gagal bayar akibat jatuh tempo pendek dapat ditekan.

Bank Indonesia memastikan akan terus memantau perkembangan ULN secara ketat dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian demi menjaga stabilitas ekonomi nasional.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung