Berita, Nasional

Ustadz Das'ad Latif Ingatkan Pejabat Tak Sombong, Sebut Jabatan Ada Batasnya dan Bisa Dicabut Sekejap

Repelita.net

06 October 2026 13:47 WIB • 105 view

Ustadz Das'ad Latif Ingatkan Pejabat Tak Sombong, Sebut Jabatan Ada Batasnya dan Bisa Dicabut Sekejap
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sebuah nasihat mendalam mengenai sifat kedudukan serta kekuasaan di dalam panggung politik tanah air kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan publik.

Melalui tayangan video singkat di kanal YouTube 4kubelajarislam, mubalig kondang Ustadz Das'ad Latif memberikan pesan religius yang sangat menohok.

ADVERTISEMENT

Ustadz Das'ad Latif mengingatkan secara tegas kepada seluruh jajaran pejabat publik serta anggota legislatif agar tidak bersikap angkuh terhadap jabatan yang diemban.

Dirinya menjelaskan bahwa posisi kepemimpinan di tingkat pusat maupun daerah sejatinya sangat rentan mengalami pergantian posisi akibat dinamika politik nasional.

Ustadz Das'ad Latif melontarkan kalimat berupa “ketua DPR mau sombong 5 tahun Pak terjadi turbulensi diganti Pak apalagi dibawanya Bapak doanya macam-macam Pak,” di dalam ceramahnya.

Kondisi persaingan di internal parpol sering kali memicu adanya intrik tertentu dari sesama rekan politik yang mengincar posisi kedudukan strategis yang sama.

Ustadz Das'ad Latif menguraikan ucapan berupa “itulah jeleknya dalam dunia politik dibawa kita anggota DPR yang dibawa suaranya dia doakan mudah-mudahan tangkap KPK supaya saya yang ganti,” kepada jamaah.

Fenomena saling sikut demi kursi kekuasaan tersebut dinilai sebagai cerminan buruk dari syahwat politik yang kerap melupakan batasan etika moral bernegara.

Hal serupa juga ditekankan kepada para kepala daerah agar tidak merasa menjadi figur paling hebat lantaran masa bakti kepemimpinan dibatasi undang-undang.

Ustadz Das'ad Latif menyatakan kalimat berupa “apa yang kita mau sombongkan gubernur mau sombong paling hebat 5 tahun hebat lagi 10 tahun sehebat-hebatnya Bapak 10 tahun aja jatanya 11 tahun gak mungkin,” di tengah tausiah.

Masyarakat kerap mendapati adanya fenomena sindrom pasca-kekuasaan atau post power syndrome yang dialami oleh mantan pejabat yang sulit melepaskan fasilitas negara.

Ustadz Das'ad Latif menambahkan ucapan berupa “bapak sudah dua periode mau lagi pakai lambang garuda naik mobil plat satu keliling ke pasar pakai lambang garuda padahal sudah bapak bukan gubernur orang bilang astagfirullah sudah sakit itu Bapak,” di hadapan jamaah.

Publik diminta untuk memetik pelajaran berharga dari fenomena pergantian pucuk pimpinan kepolisian yang bisa terjadi secara mendadak dalam waktu singkat.

Ustadz Das'ad Latif menegaskan kalimat berupa “apa yang kita mau sombongkan belajar dari pergantian Kapolri sekejap saja kalau Allah mencabut kekuasaan orang maka jangan sombong karena jabatan jabatan ada batasnya,” sebagai penutup nasihat.

Setiap abdi negara dan aparatur sipil pada akhirnya akan memasuki masa purnabakti sehingga tidak ada alasan untuk menyombongkan diri atas pangkat jabatan sementara tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung