Repelita Jakarta - Ulama kondang Ustadz Abdul Somad menyampaikan orasi keagamaan mengenai nilai sebuah kerja keras akademis serta perjuangan menuntut ilmu yang kerap kali berbenturan dengan realitas sosial.
Pesan penuh ketegasan moral yang dibagikan di hadapan ribuan kalangan intelektual muda tersebut disebarkan secara luas melalui kanal YouTube Ustadz Abdul Somad Buka Suara Terkait Kecurangan Wapres Gibran Mencalonkan Jadi Wapres Ijazah Palsu.
ADVERTISEMENT
Dalam forum keagamaan tersebut, sang pendakwah menceritakan riwayat perjalanan pendidikannya di luar negeri demi memberikan suntikan semangat sekaligus kritik sosial terhadap tantangan sistem meritokrasi yang ada di dalam negeri.
Latar belakang pemaparan kisah ini disampaikan saat menghadiri sebuah forum pertemuan besar bersama para mahasiswa di wilayah Yogyakarta.
"saya sama Ustaz Lukman ini datang jauh-jauh ke Yogyakarta ini mau menjauhi asap sampai kemari kalian sembur-semburkan asap di situ"
"kalau cuman mau nengok asap bagus kami di rumah saya kemudian pulang ke kampung membawa dua ijazah LC MA S1"
"Mesir S2 Maroko tapi ternyata di negara itu ijazah tidak ada apa-apanya kalau kau bukan anak siapa dan pamanmu bukan"
"hakim konstitusi saya diejek-ejek di Saudi ketika saya jadi TKI saya enggak marah saya diejek-ejek ketika saya dikatakan enggak berangkat"
"ke Mesir saya enggak marah tapi ketika saya pulang membawa dua ijazah tidak diperhatikan saya akan lawan hai haters bully"
"aku dong enggak ada kamu enggak ramai hidup ini sekarang aku di tengah mahasiswa di tengah adik-adik yang hebat-hebat yang"
"berprestasi di Yogyakarta ini kamu susah tidur kan jangan takut dengan haters kenapa karena haters itu babi," tegas Ustadz Abdul Somad pada hari Kamis, 8 Oktober 2026.
Ulasan yang dikemas secara lugas tersebut menyoroti problematika struktural di mana kepemilikan dokumen kelulusan akademis tinggi kadang kalah bersaing dengan pengaruh relasi kekerabatan oknum elit kekuasaan.
Hal ini menjadi refleksi mendalam bagi para generasi muda terdidik agar tetap konsisten mengasah kompetensi nyata dan berani menyuarakan kebenaran demi menjaga keadilan iklim profesionalisme nasional.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok