Berita, Nasional

UNP Ungkap Peluru Diduga Berasal dari Lapangan Tembak TNI, Dua Korban Jalani Operasi dan Perawatan Intensif

Repelita.net

04 June 2026 00:31 WIB • 759 view

UNP Ungkap Peluru Diduga Berasal dari Lapangan Tembak TNI, Dua Korban Jalani Operasi dan Perawatan Intensif
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Manajemen Universitas Negeri Padang memberikan klarifikasi resmi mengenai peristiwa berdarah yang mencederai dua individu akibat hantaman peluru rekoset liar di pelataran Gedung Rektorat UNP Air Tawar pada Selasa (2/6/2026) sore.

Sekretaris UNP Erianjoni memaparkan sinyalemen kuat bahwa amunisi tajam tersebut melesat dari pusat area pelatihan menembak milik TNI yang berlokasi di kawasan Lapai dengan estimasi jarak kurang lebih 800 meter.

ADVERTISEMENT

Kejadian fatal tersebut melukai Nova Wirantika mahasiswi Program Studi Pendidikan Sosiologi FIS UNP bersama seorang kerabat dekatnya bernama Guruh Guino yang sedang berkunjung ke lingkungan kampus.

"Keduanya saat kejadian sedang duduk bersama sejumlah teman di area alun-alun depan Gedung Rektorat UNP ketika insiden terjadi," terangnya, Selasa malam.

Sesaat setelah rentetan kejadian tersebut mengemuka, Rektor UNP Krismadinata dilaporkan langsung mengambil tindakan taktis melalui skema koordinasi bersama jajaran pimpinan TNI serta kepolisian setempat.

Langkah responsif ini ditempuh guna memastikan proses evakuasi dan pemulihan kesehatan para korban luka dapat terfasilitasi secara maksimal tanpa hambatan birokrasi.

“Usai mendengar kabar tersebut, bapak Rektor langsung menjenguk korban dan melakukan koordinasi dengan Pangdam, Danrem, Dandim, KABINDA, dan Polsek Padang Utara. Bahkan, tim medis UNP juga segera mengevakuasi korban menggunakan ambulans ke rumah sakit terdekat,” ujarnya.

Untuk penanganan lanjutan, korban Nova Wirantika terpaksa harus melewati prosedur operasi di RS Hermina Padang akibat logam proyektil yang masih tertanam di area paha bagian kiri.

Sementara itu, korban Guruh Guino dilaporkan telah dipindahkan menuju Rumah Sakit Tentara Reksodiwiryo Padang guna pemulihan intensif pasca operasi pengangkatan benda asing tersebut berhasil dituntaskan.

Erianjoni menambahkan bahwa jajaran jajaran birokrat kampus bersama perwakilan unsur TNI masih bersiaga mendampingi jalannya pengobatan kedua korban di ruangan perawatan.

Dari sisi penegakan hukum internal militer, Brigjen TNI Heri Prakosa menegaskan komitmen institusinya untuk menggelar pemeriksaan menyeluruh atas insiden operasional ini.

Langkah mitigasi juga disiapkan sebagai jaminan agar petaka serupa tidak terulang kembali di masa depan yang dapat mengancam keselamatan warga di sekitar fasilitas latihan.

“Pihak TNI akan melakukan investigasi dan evaluasi menyeluruh. Kami juga memastikan akan menanggung seluruh biaya perawatan hingga korban pulih,” ujarnya.

Hingga saat ini, proses pencarian fakta ilmiah di lapangan masih terus digulirkan guna melacak asal-usul otentik dari selongsong peluru yang memicu kepanikan tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung