Berita, Nasional

Uni Lubis Bongkar Klaim Teddy soal Rp2.430 Triliun, Investasi Asing Hasil Diplomasi Prabowo Disebut Hanya Rp1.150 Triliun

Repelita.net

04 June 2026 00:47 WIB • 1,016 view

Uni Lubis Bongkar Klaim Teddy soal Rp2.430 Triliun, Investasi Asing Hasil Diplomasi Prabowo Disebut Hanya Rp1.150 Triliun
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya menyebutkan bahwa lawatan dinas luar negeri Presiden Prabowo Subianto dalam kurun waktu satu setengah tahun terakhir sukses memikat komitmen modal bernilai jumbo.

Pernyataan dari perwakilan istana tersebut mengklaim akumulasi dana segar yang berhasil ditarik masuk ke dalam negeri menyentuh nominal Rp 2.430 triliun.

ADVERTISEMENT

“Total investasi yang masuk dalam 1,5 tahun ini adalah sekitar Rp 2.430 triliun, itu data dari BKPM,” kata Teddy, dalam keterangan videonya, Senin (1/6/2026) malam.

Akan tetapi klaim sepihak mengenai indikator keberhasilan kunjungan internasional tersebut langsung mendapat sanggahan kritis dari jurnalis kawakan Uni Lubis.

Uni Lubis melangsungkan penelusuran data faktual secara mendalam ke pihak internal Badan Koordinasi Penanaman Modal guna membedah keaslian rincian angka tersebut.

Berdasarkan data otentik BKPM, angka Rp 2.430 triliun merupakan akumulasi realisasi investasi sepanjang periode 2025 senilai Rp 1.931,2 triliun ditambah triwulan pertama 2026 sebesar Rp 498,8 triliun.

Kekeliruan fatal dari narasi Seskab Teddy muncul lantaran mencampuradukkan kontribusi Penanaman Modal Asing dengan Penanaman Modal Dalam Negeri.

Hasil konfirmasi langsung kepada salah satu pimpinan teras BKPM membongkar fakta bahwa sumbangsih investor asing pada tahun 2025 sejatinya hanya menyentuh nominal Rp 900,9 triliun.

Sedangkan pasokan modal asing untuk termin triwulan awal di tahun 2026 tercatat sebesar Rp 250 triliun dari pelaku pasar global.

Dengan demikian total perolehan investasi asing murni yang dapat dihubungkan dengan kunjungan kenegaraan ke luar negeri hanyalah berada pada angka Rp 1.150,9 triliun.

Sisa dana dari kalkulasi tersebut merupakan modal domestik dari pengusaha nasional senilai Rp 1.279 triliun yang sama sekali tidak dipengaruhi aktivitas diplomasi global presiden.

Melalui unggahan klip video di media sosial pada tautan x.com/ommi_siregar/status/2061989054028407239 jurnalis senior itu mempertegas adanya distorsi klaim keberhasilan sepihak yang digelorakan pihak istana.

Pembuktian lewat infografis pada lampiran file image_a107ab.jpg turut memperlihatkan perbandingan klaim data sepihak dari birokrat istana dengan rincian data berimbang dari BKPM.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung