Berita, Internasional

Trump Siap Terbang ke Islamabad Jika Iran Setujui Tuntutan AS, Klaim Teheran Akan Serahkan Uranium yang Terkubur Akibat Serangan

Repelita.net

17 April 2026 21:53 WIB • 993 view

Trump Siap Terbang ke Islamabad Jika Iran Setujui Tuntutan AS, Klaim Teheran Akan Serahkan Uranium yang Terkubur Akibat Serangan
Foto: Istimewa

Repelita Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesediaannya untuk turut serta dalam perundingan perdamaian dengan Iran jika kesepakatan akhirnya tercapai dan ditandatangani di Islamabad, Pakistan, dengan syarat Iran telah menyetujui hampir semua tuntutan yang diminta AS.

Trump menyampaikan nada optimis tentang penyelesaian konflik dengan Iran saat berbicara kepada wartawan di halaman Gedung Putih dalam perjalanannya menuju Nevada dan Arizona pada Kamis (16/4/2026).

ADVERTISEMENT

"Jika kesepakatan ditandatangani di Islamabad, saya mungkin akan pergi. Mereka menginginkan saya," ungkap Trump.

Ia juga mengatakan bahwa dirinya dapat memperpanjang masa gencatan senjata AS-Iran yang akan berakhir pada pekan depan, namun ia merasa mungkin tidak perlu melakukannya jika kesepakatan segera tercapai.

Tanpa memberikan bukti, Trump mengklaim bahwa Iran telah setuju untuk menyerahkan uranium yang telah diperkaya dan diyakini terkubur akibat serangan udara AS-Israel pada tahun lalu.

Trump terus mendorong kesepakatan dengan Iran di mana Teheran akan meninggalkan program nuklirnya secara permanen sebagai syarat utama penghentian konflik.

Dalam wawancara terpisah dengan Fox News, Trump kembali menyuarakan keyakinannya bahwa konflik dengan Iran yang saat ini tertahan oleh gencatan senjata dua pekan berada di ambang akhir.

"Situasi perang ini sangat dekat untuk berakhir," kata Trump dalam wawancara tersebut.

Ia juga mengisyaratkan kemungkinan dimulainya kembali pembicaraan damai langsung antara Washington dan Teheran dalam waktu dekat dengan dukungan penuh dari Pakistan sebagai mediator.

Optimisme ini muncul di tengah berlangsungnya masa gencatan senjata yang telah berjalan hampir satu pekan sejak diumumkan pada akhir pekan lalu.

Pemerintahan Trump mendorong agar momentum genjatan senjata ini dimanfaatkan untuk mencapai kesepakatan besar yang bersifat permanen, bukan sekadar penghentian sementara konflik bersenjata.

Meskipun demikian, Wakil Presiden AS J.D. Vance sebelumnya menyatakan bahwa Iran dan AS gagal mencapai kesepakatan selama putaran negosiasi di Islamabad pada akhir pekan lalu.

Trump kemudian mengumumkan pemberlakuan blokade terhadap semua kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz sebagai tekanan tambahan.

Namun, Trump tetap membuka peluang untuk melanjutkan diplomasi jika Iran menunjukkan itikad baik dalam memenuhi tuntutan AS, terutama terkait program nuklirnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung