Berita, Internasional

Trump Pecat Menteri Angkatan Laut AS di Tengah Konflik Panas dengan Iran, Pentagon alami gonjang-ganjing internal

Repelita.net

24 April 2026 19:09 WIB • 1,000 view

Trump Pecat Menteri Angkatan Laut AS di Tengah Konflik Panas dengan Iran, Pentagon alami gonjang-ganjing internal
Foto: Istimewa

Repelita Washington DC - Ketegangan di tubuh militer Amerika Serikat kembali memanas di tengah situasi geopolitik yang sedang tidak menentu dengan Iran.

Menteri Angkatan Laut AS, John Phelan, dilaporkan dipecat secara mendadak oleh Presiden Donald Trump di saat konflik dengan Iran masih berlangsung.

ADVERTISEMENT

Keputusan pencopotan ini terjadi pada Rabu (22/4) waktu setempat dan disebut-sebut sebagai bagian dari perombakan besar-besaran di内部 Pentagon selama masa perang .

Pemecatan ini terjadi hanya beberapa pekan setelah Menteri Pertahanan Pete Hegseth memecat jenderal tertinggi Angkatan Darat AS, menambah panjang daftar pergolakan internal di tubuh pertahanan negeri Paman Sam .

Dalam pernyataan resmi yang singkat, Pentagon tidak memberikan alasan gamblang terkait pemecatan Phelan, hanya menyebut bahwa yang bersangkutan "meninggalkan pemerintahan, efektif segera" .

Juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, sempat menyampaikan apresiasi atas kontribusi Phelan, namun tanpa menjelaskan detail penyebab kepergiannya .

“Atas nama Menteri Perang dan Wakil Menteri Perang, kami berterima kasih kepada Sekretaris Phelan atas pengabdiannya kepada Departemen dan Angkatan Laut Amerika Serikat,” ujar Parnell.

Sebagai pengganti sementara, Wakil Menteri Angkatan Laut Hung Cao ditunjuk untuk mengemban tugas sebagai pelaksana harian (acting secretary) .

Penunjukan ini dilakukan untuk menjaga kesinambungan komando di tengah situasi sensitif pasca pemecatan mendadak tersebut.

Sumber yang mengetahui langsung persoalan ini menyebutkan bahwa alasan utama di balik pencopotan Phelan adalah gesekan internal dengan pimpinan puncak Pentagon .

Ketegangan tersebut meliputi ketidaksepakatan mengenai program ambisius pembangunan kapal perang serta perbedaan gaya manajemen dalam memimpin institusi .

Konflik ini semakin meruncing karena Phelan, yang merupakan miliarder dan donatur besar kampanye Trump, dinilai memiliki hubungan terlalu dekat dengan sang presiden hingga kadang melanggar rantai komando .

Ia dituding sering menyampaikan ide langsung ke Gedung Putih tanpa berkoordinasi dengan Menteri Pertahanan Hegseth, sebuah tindakan yang dianggap sebagai pelanggaran hierarki militer .

Para pejabat senior Pentagon menganggap Phelan lamban dalam menjalankan reformasi percepatan pembangunan kapal, padahal itu adalah prioritas utama Trump menjelang pemilu .

Sementara itu, senator senior dari Partai Demokrat, Jack Reed, mengkritik keras keputusan pemecatan ini, menyebutnya sebagai tanda instabilitas dan disfungsi di Departemen Pertahanan .

"Ini mengirimkan sinyal yang salah kepada para pelaut, marinir, sekutu, dan musuh-musuh kita," ujar Reed merujuk pada kondisi perang yang belum usai .

Pemecatan Phelan merupakan episode terbaru dari serangkaian perombakan besar di Pentagon di bawah kepemimpinan Hegseth .

Sejak menjabat, Hegseth telah melakukan pembersihan besar-besaran terhadap para perwira tinggi yang dianggap terkait erat dengan kebijakan era Biden, terutama yang berkaitan dengan program keberagaman .

Para pejabat yang dipecat termasuk mantan Ketua Gabungan Kepala Staf Jenderal CQ Brown, serta kepala operasi Angkatan Laut dan wakil kepala staf Angkatan Udara .

Dinamika internal yang panas ini terjadi di tengah misi kritis Angkatan Laut AS yang sedang menjalankan blokade mematikan terhadap Iran di Selat Hormuz .

Saat ini, puluhan kapal perang AS dikerahkan di kawasan tersebut, bergantung pada komando yang stabil untuk menghadapi ancaman dari militer dan armada "nyamuk" Iran .

Sementara itu, Menteri Pertahanan Hegseth terus mempertahankan dukungan penuh dari Trump, yang dalam kasus ini lebih memilih mendukung kebijakan anak buahnya daripada loyalitas pribadi kepada teman lamanya, Phelan .

Para analis khawatir bahwa gelombang pemecatan ini akan mengganggu moral pasukan dan memperumit upaya AS dalam menekan Iran di meja perundingan gencatan senjata .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung