Berita, Timur Tengah

Trump Klaim Buka Permanen Selat Hormuz, Blokade Iran Justru Masih Berlaku

Repelita.net

16 April 2026 21:48 WIB • 802 view

Trump Klaim Buka Permanen Selat Hormuz, Blokade Iran Justru Masih Berlaku
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu, 16 April 2026, mengumumkan bahwa Selat Hormuz akan dibuka kembali secara permanen setelah beberapa hari terakhir kawasan itu dilanda ketegangan militer yang mengguncang pasar energi dunia.

Trump menyebut keputusan tersebut dilakukan demi menjaga kelancaran arus perdagangan global sekaligus meredakan kekhawatiran banyak negara yang bergantung pada jalur pelayaran strategis tersebut.

ADVERTISEMENT

Ia juga menegaskan bahwa China menyambut positif langkah tersebut karena kebutuhan energi Negeri Tirai Bambu sangat bergantung pada suplai minyak yang melintasi kawasan Teluk Persia.

Dalam pernyataannya, Trump bahkan mengaku telah menjalin komunikasi langsung dengan Presiden China Xi Jinping dan menilai hubungan keduanya berjalan baik di tengah konflik yang sedang berlangsung.

Trump mengatakan pemerintah China memberi sinyal tidak akan lagi mengirim persenjataan kepada Iran sebagai bagian dari kesepahaman baru yang dibangun antara Washington dan Beijing.

Meski begitu, pernyataan Trump memunculkan tanda tanya besar karena sebelumnya Amerika Serikat justru mengumumkan blokade ketat terhadap kapal-kapal yang berangkat maupun menuju pelabuhan Iran.

Langkah penutupan jalur pelayaran itu diumumkan setelah perundingan damai antara Washington dan Teheran mengalami kegagalan pada akhir pekan lalu.

Situasi tersebut membuat aktivitas pengiriman energi global sempat terganggu dan memicu gejolak harga minyak di sejumlah pasar internasional.

Pihak militer Amerika Serikat juga mengklaim telah memutar balik sedikitnya enam kapal dagang dan menghentikan total arus perdagangan yang berkaitan dengan pelabuhan Iran.

Namun pejabat senior pemerintahan AS menyebut blokade masih tetap berlaku dan hanya menyasar kapal yang terhubung langsung dengan Iran, sementara jalur umum disebut tetap bisa difungsikan.

Trump dalam wawancara terpisah juga menyampaikan bahwa Xi Jinping telah mengirim surat balasan yang menyatakan China tidak memasok rudal maupun senjata kepada Teheran.

Ia mengaku sebelumnya menulis surat kepada pemimpin China itu untuk meminta agar Beijing tidak ikut campur dengan memberikan bantuan militer kepada Iran.

Di sisi lain, ketegangan antara Washington dan Beijing tetap terasa setelah isu serangan siber yang dikaitkan dengan China terhadap sistem internal Amerika Serikat kembali mencuat.

Trump mengakui hubungan kedua negara tidak selalu mudah, namun ia menegaskan masih mampu menjaga komunikasi strategis dengan Beijing di tengah rivalitas global yang terus meningkat.

Iran sendiri diketahui memperketat akses Selat Hormuz sejak dimulainya kampanye udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026.

Penutupan jalur vital tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran dunia karena hampir sepertiga perdagangan minyak global melintasi kawasan itu setiap hari.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung