Berita, Nasional

Trump Klaim Angkatan Laut dan Udara Iran Lenyap dalam 32 Hari Operasi Epic Fury, Ultimatum Siap Hantam Listrik Iran Jika Kesepakatan Gagal

Repelita.net

02 April 2026 19:11 WIB • 1,080 view

Trump Klaim Angkatan Laut dan Udara Iran Lenyap dalam 32 Hari Operasi Epic Fury, Ultimatum Siap Hantam Listrik Iran Jika Kesepakatan Gagal
Foto: Istimewa

Repelita Washington DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengumumkan keberhasilan besar militer AS dalam menumpas kekuatan angkatan bersenjata Iran melalui operasi Epic Fury dalam pidato kenegaraannya pada Rabu malam (1/4/2026).

“Malam ini, Angkatan Laut Iran telah lenyap. Angkatan Udara mereka juga sudah hancur,” tegas Trump dalam pidato nasionalnya yang menegaskan bahwa operasi yang telah berlangsung selama 32 hari itu sukses melumpuhkan ancaman nuklir dan militer Teheran.

ADVERTISEMENT

Trump mengonfirmasi bahwa para pemimpin Iran dan komando Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang disebutnya sebagai rezim teroris telah tewas, serta kemampuan Teheran untuk meluncurkan rudal dan drone dipangkas drastis seiring hancurnya pabrik senjata mereka.

“Tidak pernah dalam sejarah peperangan, seorang musuh menderita kerugian skala besar yang begitu jelas dan menghancurkan dalam hitungan minggu,” tambahnya.

Trump menyebut Epic Fury merupakan respons mutlak atas rekam jejak Iran yang dinilai terus melakukan teror selama 47 tahun, dan mengkritik keras kesepakatan nuklir era Barack Obama yang ia sebut sebagai bencana.

Sebagai langkah pencegahan, Trump menyebut telah memerintahkan serangan fasilitas nuklir utama Iran pada bulan Juni melalui operasi Midnight Hammer menggunakan pengebom B-2.

Terkait potensi Iran memiliki senjata nuklir berlindung di balik perisai teror, Trump menyatakan secara definitif “Saya tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi.”

Trump menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya 13 prajurit AS dan mengutip permohonan langsung dari keluarga korban yang memintanya untuk tidak mundur dari misi ini.

“Tolong, Pak, tolong selesaikan pekerjaan ini,” ungkap Trump menirukan ucapan keluarga korban yang menemuinya.

Ia memastikan bahwa Amerika Serikat saat ini berada dalam posisi ekonomi terkuat berkat kebijakan pengeboran dalam negeri dan kemitraan minyak raksasa dengan Venezuela, membuat AS tidak lagi bergantung pada minyak dari Timur Tengah.

Di penghujung pidatonya, Trump memberikan ultimatum bahwa militer AS siap memukul keras seluruh pembangkit listrik Iran secara serentak jika kesepakatan baru tidak tercapai dalam dua hingga tiga minggu ke depan.

“Mereka adalah perundung di Timur Tengah, tetapi mereka bukan lagi perundung,” pungkas Trump, menutup pidatonya dengan keyakinan bahwa ancaman agresi Teheran telah berakhir.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung