Repelita Norfolk - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi menginstruksikan pengiriman armada tempur laut raksasa kapal induk bertenaga nuklir canggih USS George HW Bush ke Timur Tengah sebagai bagian integral dari kampanye militer Washington menghadapi pengaruh Iran.
Berdasarkan laporan resmi Komando Armada Angkatan Laut AS, kapal tersebut mulai bergerak dari dermaga Naval Station Norfolk di Virginia pada Selasa (31/3/2026).
ADVERTISEMENT
Investasi yang digelontorkan untuk menciptakan monster laut ini mencapai angka fantastis 6,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp105,4 triliun, dengan proses pengerjaan konstruksi awal dimulai pada tahun 2003 dan berhasil diselesaikan sepenuhnya pada tahun 2009.
Kehadiran USS George HW Bush di Timur Tengah dipastikan akan mengubah peta kekuatan militer karena nantinya akan bersanding dengan kapal induk USS Abraham Lincoln serta USS Gerald R Ford di kawasan yang sama.
Skenario ini memungkinkan Amerika Serikat menempatkan tiga kapal induk raksasa secara bersamaan di Timur Tengah, sebuah konsentrasi kekuatan yang jarang terjadi dan menunjukkan keseriusan Gedung Putih.
Secara teknis, USS George HW Bush memiliki panjang 333 meter dengan bobot lebih dari 100.000 ton saat beroperasi, serta mengandalkan teknologi mutakhir dua unit reaktor nuklir yang membuat kapal mampu berlayar selama dua dekade tanpa perlu mengisi bahan bakar.
Nama kapal induk ini diambil sebagai bentuk penghormatan bagi Presiden Amerika Serikat ke-41 George HW Bush atau Bush senior, seorang veteran penerbang pesawat tempur Avenger dalam Perang Dunia 2 yang pesawatnya sempat tertembak jatuh oleh pasukan Jepang pada September 1944 namun ia berhasil selamat.
Kini kapal yang menyandang nama pahlawan perang tersebut siap mengemban misi berat di perairan panas Timur Tengah di tengah ketegangan geopolitik yang memasuki babak baru yang semakin memanas.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok