Berita, Nasional

TPIP Serahkan Empat Bukti Tambahan Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi ke Bareskrim

Repelita.net

16 July 2026 14:04 WIB • 582 view

TPIP Serahkan Empat Bukti Tambahan Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi ke Bareskrim
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Tim Pemburu Ijazah Palsu kembali mendatangi Gedung Bareskrim Polri untuk menyerahkan tambahan dokumen yang diklaim sebagai bukti baru dalam laporan dugaan dokumen kelulusan palsu yang dikaitkan dengan mantan Presiden Joko Widodo.

Rombongan yang terdiri dari sejumlah tokoh dan aktivis itu menyampaikan empat berkas tambahan sebagai pelengkap laporan yang sebelumnya telah mereka ajukan kepada pihak kepolisian.

ADVERTISEMENT

Dengan penambahan tersebut, jumlah keseluruhan dokumen yang telah diserahkan kepada penyidik kini mencapai 20 berkas.

Pihak pelapor menyebut penyampaian bukti dilakukan secara bertahap sebagai bentuk dorongan agar Bareskrim Polri segera meningkatkan penanganan perkara melalui penerbitan surat perintah penyelidikan.

Dalam keterangannya, tim pelapor mengaku menemukan dugaan kejanggalan berupa keberadaan dua dokumen kelulusan yang berbeda.

Mereka menduga salah satu dari dua dokumen tersebut merupakan dokumen yang tidak autentik sehingga perlu ditelusuri lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.

Selain itu, pelapor juga menyinggung adanya salinan dokumen yang pernah diperlihatkan kepada relawan Projo.

Padahal, menurut mereka, dokumen dengan jenis yang sama sebelumnya telah dinyatakan berada dalam penyitaan Polda Metro Jaya.

Tim pelapor turut mempertanyakan legalitas lima berkas salinan yang pernah digunakan dalam proses administrasi ke Komisi Pemilihan Umum di berbagai tingkatan.

Mereka menilai berkas tersebut tidak mencantumkan tanggal resmi sehingga keabsahannya perlu diuji melalui proses hukum.

Dokumen yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemilu pada periode 2005 hingga 2019 itu juga diduga diproduksi secara ilegal di kawasan Pasar Pramuka.

Melalui laporan tersebut, pelapor meminta penyidik memanggil dan memeriksa sejumlah pihak, di antaranya Joko Widodo, Pratikno, serta Eko Sulistio.

Menurut pernyataan salah satu pelapor bernama Rustam Effendi, "kami cuman berharap kepada institusi PORI terutama Bares Bespi segera menindaklanjuti laporan kami atas nama-nama Eko Sulistio Pratikno dan Joko Widodo karena apa diduga kuat orang inilah yang membuat ijazah itu di Pasar Pramuka nanti akan berkembang ke nama-nama lain".

Pelapor berharap kepolisian dapat menangani perkara tersebut secara profesional dengan mengedepankan asas persamaan di hadapan hukum tanpa membedakan latar belakang pihak yang dilaporkan.

Publik kini menantikan tindak lanjut penyidik terhadap laporan beserta seluruh dokumen yang telah diserahkan guna memberikan kepastian hukum atas perkara tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung