Repelita New Delhi - Terkuak alasan mengapa Iran berani menembaki dua kapal dagang berbendera India di Selat Hormuz pada Sabtu, 18 April 2026, dengan Amerika Serikat disebut sebagai biang kerok di balik eskalasi ini.
Insiden penembakan terjadi hanya beberapa jam setelah Iran membatalkan pembukaan Selat Hormuz karena AS tetap melanjutkan blokade lautnya terhadap kapal dan pelabuhan Republik Islam sejak 13 April 2026.
ADVERTISEMENT
India memanggil Duta Besar Iran dan melayangkan protes resmi, namun pengamat Timur Tengah Pizaro Gozali Idrus menilai bahwa Teheran sebenarnya mengirimkan pesan keras kepada Washington melalui kapal sekutu AS tersebut.
Ini kapal India yang ditembak loh, ini enggak main-main, ini kan India negara besar, tetapi itu pun tidak menjamin bebas dari tembakan, katanya dikutip dari kanal YouTube tvOne pada Sabtu, 18 April 2026.
Nah kalau sudah berani artinya pesan kepada Donald Trump bahwa Iran itu tidak mau negosiasi yang main-main, kami tidak mudah didikte dan diancam, ucap Idrus menjelaskan alasan di balik keberanian IRGC.
Menurut Idrus, Donald Trump sengaja melakukan blokade di wilayah Laut Oman untuk menekan Teheran agar mau ke meja perundingan dengan tuntutan yang lebih rendah, sekaligus mengirim pesan kepada China.
Karena Iran itu masih memasok minyaknya kepada China dan mendapatkan keuntungan ekonomi di situ, itu yang mau disetop sama Amerika, Trump itu kan frustasi, ujar Idrus.
Faktanya, Iran masih mampu mengekspor sekitar 2 juta barel minyak per hari ke negara-negara lain, termasuk China, yang membuat Trump frustrasi dan semakin gencar melakukan blokade.
Maka Laut Oman ditutup sama Trump, incarannya dua, dia ingin menghabisi ekonomi Iran, kedua juga pesan kepada China agar China menekan Iran menerima konsesi kesepakatan senjata, jelas Idrus.
Sekretaris Luar Negeri India Vikram Misri menyampaikan keprihatinan mendalam India kepada Duta Besar Iran, sementara India mendesak Teheran segera memfasilitasi kapal-kapal tujuan India melintasi Selat.
Angkatan Laut IRGC mengeluarkan pernyataan tegas bahwa mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai kerja sama dengan musuh, dan kapal yang melanggar akan menjadi sasaran.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran memastikan Selat Hormuz berada di bawah pengawasan ketat negaranya, dan pantauan ini akan terus dilakukan hingga perang dengan AS-Israel sepenuhnya berakhir.
Insiden ini menempatkan India dalam posisi sulit karena di satu sisi sebagai mitra dagang Iran namun di sisi lain sebagai sekutu dekat Amerika Serikat dalam forum Quad.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok