Berita, Viral Sosmed

Tepe Panen Kritikan Usai Podcast Bareng Raditya Dika, Sikapnya Bikin Netizen Geram sampai Klarifikasi

Repelita.net

08 October 2026 12:24 WIB • 128 view

Tepe Panen Kritikan Usai Podcast Bareng Raditya Dika, Sikapnya Bikin Netizen Geram sampai Klarifikasi
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sosok publik figur bernama Tepe mendadak panen gelombang kritik tajam dari warganet usai tampil dalam konten siniar bersama Raditya Dika.

Sikap serta perilaku yang ditunjukkan oleh Tepe selama pembuatan konten tersebut dinilai kurang pantas sehingga memicu kemarahan publik.

ADVERTISEMENT

Pertemuan antara kreator konten Raditya Dika dan Tepe mulanya dijadwalkan akan berlangsung pada pukul 17.30 Waktu Indonesia Barat.

Radit diketahui sudah tiba lebih dulu di lokasi pertemuan sejak pukul 17.20 Waktu Indonesia Barat tanpa ada kendala.

Sementara itu, Tepe tercatat baru tiba di lokasi tempat pertemuan tersebut sekitar pukul 18.00 Waktu Indonesia Barat.

Keterlambatan kehadiran ini lantas menjadi salah satu hal awal yang langsung menuai sorotan pedas dari penonton.

Tepe berdalih dirinya salah memahami keterangan waktu yang tercantum dengan jelas di dalam pesan undangan pertemuan.

Ia mengira acara baru akan dimulai pukul 18.00 karena hanya memperhatikan tulisan set 6 dalam pesan.

Tepe hanya melihat angka enam saja tanpa menyadari bahwa keterangan tersebut bermakna pukul setengah enam sore.

Persoalan di antara keduanya ternyata belum berhenti sampai pada masalah keterlambatan waktu kedatangan saja.

Tepe kembali mendapat teguran langsung dari Radit ketika perbincangan di antara mereka sedang berlangsung hangat.

Di tengah Radit menyampaikan suatu penjelasan penting, perangkat jam tangan pintar Tepe tiba-tiba bergetar keras.

Tepe sempat melirik ke arah perangkat jam tangan pintar tersebut di tengah jalannya percakapan serius itu.

Tindakan spontan tersebut langsung mendapatkan teguran tegas dari Radit yang saat itu masih berbicara dengannya.

Ngapain lo liat jam? Gue lagi ngomong, tegur Radit kepada Tepe saat kejadian itu berlangsung.

Mendapatkan teguran secara langsung, Tepe terlihat salah tingkah dan buru-buru menyampaikan permohonan maaf.

Ia bahkan memilih untuk melepas jam tangan pintar miliknya lalu menyimpannya langsung ke dalam kantong pakaian.

Momen menarik perhatian kembali terjadi ketika keduanya mulai bersiap menyantap hidangan omakase yang disajikan.

Ketika koki hendak menyajikan wasabi ke piring, Tepe dengan cepat menyatakan ketidakinginannya mengonsumsi bahan itu.

Chef, gak usah pakai wasabi, ujar Tepe kepada sang juru masak dengan nada cepat.

Koki tersebut lantas menjelaskan bahwa sebenarnya tidak ada masalah jika Tepe memang tidak ingin memakannya.

Namun, respons balasan yang diberikan oleh Tepe justru kembali membuat suasana interaksi menjadi sorotan penonton.

Kok ngeyel ya?, celetuk Tepe menanggapi penjelasan dari juru masak profesional tersebut di lokasi.

Permasalahan tidak berhenti di situ karena Tepe kembali disorot akibat pertanyaannya saat berdialog dengan koki.

Ketika koki menerangkan bahwa hidangan ikan masih dalam kondisi segar, Tepe mengajukan pertanyaan unik.

Kalau fresh, berarti ikannya dibunuh pagi tadi?, tanya Tepe kepada koki yang melayani mereka.

Koki sempat memperkenalkan jenis ikan tersebut dengan menggunakan sebutan resmi dalam bahasa Jepang kepada tamu.

Namun, Tepe justru meminta agar nama hidangan ikan tersebut tidak perlu disebutkan dengan istilah bahasa Jepang.

Yaudah, gak usah dijepang-jepangin, kata Tepe menanggapi penjelasan jenis ikan dari koki.

Tepe kemudian bertanya mengenai jenis boga bahari asal Indonesia yang dinilai lebih cocok untuk dijadikan sushi.

Koki pun memberikan jawaban atas pertanyaan pembanding seputar hasil laut yang disampaikan Tepe tersebut.

Cumi dari Indonesia lebih enak daripada Jepang, jawab koki menanggapi pertanyaan yang diajukan Tepe.

Gelombang kritik dari netizen langsung membanjiri kolom komentar akibat serangkaian sikap kurang menyenangkan tersebut.

Pengguna akun @acilmarucil_1

mengaku sudah merasa kecewa sejak awal melihat Tepe salah membaca waktu.

Dari menit dia ngeyel salah liat jam udah Aku tutup menandakan menyepelekan seseorang yang udah nraktir makan, udah ketebak dimenit-menit selanjutnya bakal ngeyel terus sampai akhir.. Tau klo udah kenal lama sama Bang Radit tapii yaa masa' gituu attitudenya, tulis akun tersebut.

Kritik pedas lainnya juga dilontarkan secara terbuka oleh pemilik akun media sosial bernama @miapayeed18

.

Klo aku mah dah ditahap muak dg orang ni dari maraphton asik gimik minta di hate aja buat dosa orang,dan ini bukan gimik lg ni dah satu pengajaran untuk dia agar perbaiki adab dan cara menempatkan diri,klo mau lama karir nya, tulis akun itu.

Komentar kritikan pedas tersebut kemudian mendapatkan tanggapan lanjutan dari pengguna lain bernama Lukman Ranso.

Makin dikenal banyak org harus sesuain perilaku atau entah gimmicknya, balas Lukman menimpali komentar warganet.

Sementara itu, penilaian berbeda disampaikan oleh pemilik akun @joshua_nitir18

yang menyoroti kesempatan emas terbuang.

Sayang banget sih jawabnya harus gitu.... Padahal ini bisa jadi momen TP belajar dr Radit gimana biar punya obrolan yg lebih berkualitas.., tulis akun tersebut.

Komentar bernada kekecewaan yang sama turut disampaikan secara langsung oleh akun @rendisbgj

.

gini nih contoh terkenal doang tp gak pnya pengetahuan, gak bisa berkomunikasi, gak punya etika dan gak bisa respect each other, tulis akun itu.

Di sisi lain, penilaian karakter secara umum turut diungkapkan oleh pemilik akun bernama @kareninasita

.

1 kalimat untuk karakter dia semaunya sendiri dan herannya beliau byk fansnya, tulis akun tersebut menyayangkan sikapnya.

Menyadari dirinya menjadi perbincangan luas, Tepe akhirnya buka suara memberikan respons atas berbagai kritik.

Akan tetapi, Tepe tidak memberikan penjelasan maupun pembelaan secara panjang lebar terkait insiden tersebut.

Ia hanya menyampaikan sebuah pengakuan singkat di tengah derasnya kritik pedas warganet di media sosial.

aku bodoh aku tolol aku hina, tulis Tepe melalui akun Instagram _tepe46

merespons kehebohan publik. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung