Repelita Paris - Tarif kamar Four Seasons Hotel George V yang mencapai ratusan juta rupiah per malam menjadi sorotan tajam setelah Presiden Prabowo Subianto merayakan ulang tahun Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di hotel mewah tersebut saat kunjungan kerja ke Prancis.
Teddy berulang tahun pada 14 April 2026, dan momen perayaan yang berlangsung di salah satu hotel termewah dunia itu terekam dalam video berdurasi 57 detik yang diunggah akun Twitter @opposite6888 pada 16 April 2026.
ADVERTISEMENT
Video tersebut memperlihatkan Prabowo bersama para sekretaris pribadi meniup lilin dan memberikan ucapan selamat kepada Teddy di dalam kamar hotel yang penuh kemewahan.
Yang membuat publik semakin geram adalah tarif Premier One Bedroom Suite King di Four Seasons Hotel George V Paris yang mencapai Rp232.676.869 per malam, berdasarkan bukti screenshot yang dibagikan akun Twitter @__Astari.
Harga fantastis tersebut sontak viral di media sosial dan memicu gelombang komentar pedas dari warganet yang menyoroti kemewahan di tengah upaya efisiensi anggaran negara.
“Anjrit efisensi untuk dialihkan ke sini rupanya,” tulis akun @mangkodai dalam cuitannya yang ikut viral.
“Aduhay pajakku,” komentar akun @rosyidar33953 menanggapi tarif kamar yang dinilai sangat tidak masuk akal bagi sebagian besar rakyat Indonesia.
Four Seasons Hotel George V Paris yang terletak di kawasan Golden Triangle, jantung kota Paris paling eksklusif, dikenal sebagai simbol kemewahan dengan arsitektur klasik dan pemandangan langsung ke Menara Eiffel.
Hotel bintang lima ini juga memiliki restoran berbintang Michelin, spa mewah, serta layanan kelas dunia yang hanya dapat dijangkau oleh kalangan super kaya.
Meskipun perayaan ulang tahun disebut berlangsung secara sederhana dan kekeluargaan, pilihan akomodasi di hotel dengan tarif ratusan juta per malam tetap menjadi sorotan utama publik.
Bagi sebagian besar rakyat Indonesia yang masih bergulat dengan harga kebutuhan pokok dan daya beli yang tertekan, angka Rp232 juta untuk satu malam menginap terasa sangat jauh dari kenyataan ekonomi mereka.
Momen ini kembali memicu perdebatan lama tentang gaya hidup pejabat tinggi negara ketika sedang menjalankan tugas resmi di luar negeri.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok