Berita, Nasional

Target Pengesahan RUU Perampasan Aset Dinilai Jadi Senjata Ampuh Hentikan Korupsi dan Bidik Rezim Jokowi

Repelita.net

31 August 2026 16:02 WIB • 392 view

Target Pengesahan RUU Perampasan Aset Dinilai Jadi Senjata Ampuh Hentikan Korupsi dan Bidik Rezim Jokowi
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Target waktu pengesahan undang-undang khusus terkait penyitaan kekayaan hasil kejahatan yang dipatok pihak parlemen menjelang akhir tahun ini mendapati sambutan positif dari kalangan pengamat.

Dukungan terbuka terhadap agenda legislatif tersebut disuarakan secara langsung oleh pengamat sosial politik Adian Radiatus guna menindaklanjuti berbagai persoalan hukum di tanah air.

ADVERTISEMENT

Pengamat tersebut menilai regulasi tersebut mendesak untuk segera diberlakukan demi membidik kelompok tertentu yang dituding mengeruk kekayaan negara secara semena-mena pada era kepemimpinan terdahulu.

Desakan agar tindakan penguasaan aset tersebut segera direalisasikan disampaikan melalui kutipan pernyataan tegas yang diungkapkan langsung kepada publik pada akhir pekan lalu.

Adian Radiatus mengungkapkan pandangan kerasnya melalui kutipan kalimat yang berbunyi, Kini waktunya keserakahan rezim Jokowi dihentikan dengan UU Perampasan Aset.

Mekanisme hukum yang dirancang dalam aturan tersebut berfokus pada penyitaan harta benda tanpa harus menunggu putusan pengadilan berkekuatan tetap terhadap pelaku tindak pidana kejahatan.

Selain menyoroti isu regulasi strategis, pengamat tersebut turut mengomentari dinamika demonstrasi massa yang sempat berujung pada aksi kerusuhan di kawasan sekitar gedung parlemen.

Upaya penyusupan oleh kelompok tertentu yang berniat menunggangi aksi unjuk rasa damai dipastikan gagal total meskipun meninggalkan insiden perusakan fasilitas umum.

Keterangan mengenai insiden pembakaran fasilitas umum serta kendaraan truk pengangkut massa dijelaskan secara rinci melalui kutipan pernyataan resmi dari narasumber terkait.

Adian Radiatus memaparkan situasi di lapangan melalui kutipan kalimat yang berbunyi, Namun mereka tidak patah niat dan alhasil ada motor dan pos polisi terbakar serta perusakan beberapa kendaraan truk.

Kericuhan di jalan raya tersebut meletus sesaat setelah elemen massa dari aliansi daerah membubarkan diri usai perwakilan mereka diterima secara resmi oleh pimpinan dewan perwakilan rakyat.

Analisis penutup mengenai pola pergerakan kelompok provokator yang sengaja memancing emosi publik ditekankan kembali melalui kutipan pernyataan terakhir sang pengamat.

Pernyataan penutup tersebut ditegaskan kembali melalui kutipan kalimat yang berbunyi, Kelompok pengacau negara tidak pernah segan-segan untuk memakai berbagai cara sehingga memancing kemarahan rakyat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung