Berita, Nasional

Takut Sapi Virtualnya Kelaparan Anggota DPRD Jember Nekat Main Game Online Saat Rapat Pembahasan Isu Kesehatan

Repelita.net

20 May 2026 20:32 WIB • 555 view

Takut Sapi Virtualnya Kelaparan Anggota DPRD Jember Nekat Main Game Online Saat Rapat Pembahasan Isu Kesehatan
Foto: Istimewa

Repelita [Jember] - Sebuah dalih yang tidak biasa disampaikan oleh salah seorang oknum parlemen daerah tingkat dua pasca tindakan indisiplinernya memicu kegaduhan dan sorotan tajam di ranah publik siber baru-baru ini.

Sang wakil rakyat mengaku terpaksa mengoperasikan gawai genggamnya di tengah jalannya rapat koordinasi komisi karena merasa khawatir terhadap kelangsungan hidup dari hewan ternak simulasi dalam aplikasi hiburan miliknya.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan hasil klarifikasi internal organisasi partai politiknya, politisi bersangkutan menyebut durasi rapat yang panjang membuatnya tersita untuk mengecek jadwal pemberian nutrisi bagi hewan digital di dalam telepon seluler tersebut.

Pimpinan struktural partai politik menirukan argumentasi unik yang disampaikan kadernya seraya berujar "Sempat saya tanya, kok main game ? Iya ketua itu rapatnya mulai jam 10 pagi sampai jam 2, terus jam 1 saya lupa belum memberi makan sapi-sapi saya. Ternyata sapi di gamenya itu belum dikasih makan," kepada awak media.

Unsur pimpinan fraksi juga memberikan konfirmasi lanjutan mengenai kebenaran pembelaan diri yang disampaikan sang legislator dengan menegaskan kalimat "Ya itu yang dikatakan beliau memberi makan sapi-sapinya di game tersebut, itu aja yang disampaikan ke saya," secara lugas.

Kendati menyampaikan alasan yang berfokus pada kecemasan terhadap objek virtual, tindakan pengoperasian game elektronik di tengah pembahasan krusial jaminan kesehatan masyarakat tersebut tetap dipandang melanggar kode etik kedewanan.

Atas dasar pertimbangan tersebut, manajemen partai berlambang garuda di tingkat regional mengambil langkah tegas dengan menjatuhkan vonis sanksi organisasi berupa surat peringatan keras terakhir bagi pelaku indisipliner.

Pihak internal organisasi menegaskan komitmen penegakan aturan kerja dengan menyatakan "Kami sudah menyampaikan putusannya adalah peringatan keras dan terakhir, tidak ada ruang untuk kesalahan yang sama," di hadapan wartawan.

Sementara itu, jajaran pimpinan tertinggi dewan perwakilan rakyat daerah setempat melayangkan permohonan maaf resmi atas kegaduhan moral yang ditimbulkan oleh perilaku tidak profesional salah satu anggotanya di ruang sidang.

Otoritas legislatif regional berjanji akan mengawal kasus penyelewengan disiplin ini menuju mahkamah kehormatan kedewanan melalui pernyataan "Kami atas nama pimpinan DPRD menyampaikan permohonan maaf dan kita akan proses karena ini juga menyangkut etika lembaga," demi keadilan.

Pihak pimpinan parlemen daerah memastikan bahwa langkah hukum formal di tingkat eksternal partai akan tetap berjalan sesuai tata tertib organisasi dengan menegaskan "Tentu prosesnya nanti akan kita proses di Badan Kehormatan," sebagai penutup sanksi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung