Repelita [Jakarta] - Tim gabungan Polda Metro Jaya bersama Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri tengah mengintensifkan rangkaian penggeledahan. Aksi paksa tersebut dilakukan di sejumlah titik terkait penyelidikan tiga kasus rasuah yang sedang berjalan.
Eks Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol (Purn) Susno Duadji menilai langkah penyidik sudah tepat. Ia menyebut proses hukum ini telah memasuki tahap penyidikan yang ditandai dengan ditemukannya cukup alat bukti.
ADVERTISEMENT
"Ini sudah on the track, sudah langkah yang tepat. Sekarang sudah bukan lagi penyelidikan karena alat bukti sudah terkumpul, sudah lebih dari dua mungkin alat buktinya, dan ini sudah masuk tahap penyidikan," ungkap Susno, Jumat dini hari.
Terkait sosok tersangka yang belum ditetapkan, Susno menduga penyidik sengaja menunda pengumuman tersebut. Strategi ini diterapkan guna menjaga integritas barang bukti agar tidak hilang atau sengaja disingkirkan oleh pihak terkait.
"Saya yakin pemeriksaan konstruksi yang dilakukan penyidik ini sudah ada calon tersangka, tapi tidak diumumkan dulu karena untuk menghindari ada alat bukti yang menghilangkan atau barang bukti yang menghilang. Dengan cara ini barang bukti bisa diselamatkan, kemudian nanti sekaligus mungkin akan menangkap sejumlah tersangkanya," tambah Susno.
Di sisi lain, Mantan Penyidik KPK Yudi Purnomo memberikan pandangan serupa mengenai teknis operasional di lapangan. Menurutnya, penggeledahan masifnya yang dilakukan di rumah serta apartemen adalah upaya menemukan bukti tersembunyi yang tidak berada di kantor resmi.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok