Berita, Nasional

Surat Terbuka Denny Indrayana Peringatkan Presiden Prabowo: Londo Ireng Itu Para Koruptor di Lingkaran Istana, Bapak Presiden, Anda Keliru!

Repelita.net

30 July 2026 22:49 WIB • 757 view

Surat Terbuka Denny Indrayana Peringatkan Presiden Prabowo: Londo Ireng Itu Para Koruptor di Lingkaran Istana, Bapak Presiden, Anda Keliru!
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pakar hukum tata negara sekaligus advokat internasional Denny Indrayana kembali melayangkan surat terbuka ketujuhnya yang ditujukan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

Dalam wacana tertulis bertajuk "Bapak Presiden, Anda Keliru" tersebut, ia memaparkan kalkulasi kritis mengenai kondisi dinamika pemerintahan, akurasi masukan yang diterima kepala negara, hingga urgensi penguatan agenda pembersihan korupsi.

ADVERTISEMENT

Denny mengawali risalahnya dengan menyinggung barikade informasi di lingkaran episentrum kekuasaan yang dinilainya berpotensi menghalangi penyampaian aspirasi publik secara objektif.

"Saya duga Bapak masih belum membacanya. Pagar Istana terlalu tinggi. Dinding istana terlalu tebal," tulis Denny melalui unggahan di akun X miliknya @dennyindrayana pada Kamis (30/7/2026).

Langkah konsisten dalam menyampaikan kritik argumentatif tersebut ditegaskan Denny sebagai bentuk pemenuhan tanggung jawab konstitusional serta kewajiban moral seorang warga negara terhadap keberlangsungan kepemimpinan nasional.

Ia turut membeberkan pemikiran mendalam hasil pertemuannya dengan tokoh reformasi Amien Rais, di mana keduanya memetakan tiga faktor esensial yang kerap menjadi pemicu keretakan legitimasi kekuasaan, yakni krisis finansial, skandal publik, serta kompromi etik personal.

Guna mencegah ketimpangan perspektif, mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia ini mendorang Presiden Prabowo untuk membuka ruang verifikasi data yang lebih plural agar kebijakan strategis yang diambil senantiasa berjangkar pada realitas objektif di tengah masyarakat.

Secara khusus, Denny melayangkan sanggahan atas penggunaan stigma peyoratif londo ireng yang acap kali dialamatkan kepada kelompok kritis, seraya menekankan pentingnya mendefinisikan ulang kawan dan lawan politik berbasis integritas.

"Bapak Presiden, kami bukan 𝘭𝘰𝘯𝘥𝘰 𝘪𝘳𝘦𝘯𝘨 sang pengkhianat. Meskipun tidak masuk barisan relawan, kami bukan lawan. Kami mendukung Bapak, dalam cinta untuk Indonesia. Caranya pasti jauh berbeda. Tidak jarang berkebalikan," katanya.

Ia mendesak agar komitmen pemberantasan korupsi ditransformasikan secara nyata, termasuk memulihkan independensi serta taji Komisi Pemberantasan Korupsi dalam memburu para perusak keuangan negara yang berkedok di balik kekuasaan.

"Sudah saya katakan, 𝘭𝘰𝘯𝘥𝘰 𝘪𝘳𝘦𝘯𝘨 itu adalah para koruptor. Wajahnya beraneka rupa, tapi tujuannya sama. Mereka berpesta pora mengeruk uang negara, selagi dalam kesempatan berkuasa, masuk dalam lingkaran Istana," ungkap Denny.

Ia memungkas catatannya dengan sebuah peringatan tegas mengenai risiko geopolitik dan domestik apabila kepemimpinan nasional tergelincir akibat ketidakcermatan dalam membaca lanskap loyalis sejati.

"Jangan lagi keliru, Bapak Presiden. Keliru membaca peta, mana kawan, mana lawan. Fatal akibatnya," tulis Denny dalam penutup suratnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung