Berita, Nasional

Sudirman Said Tegaskan Budaya KKN dan Koncoisme Harus Diberangus Demi Cita-Cita Kemerdekaan

Repelita.net

18 August 2026 22:48 WIB • 462 view

Sudirman Said Tegaskan Budaya KKN dan Koncoisme Harus Diberangus Demi Cita-Cita Kemerdekaan
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Langkah menata ulang arah perjalanan bangsa dipandang sebagai momentum penting untuk mengembalikan Indonesia pada fondasi awal pendirian negara agar tidak melenceng dari cita-cita kemerdekaan. Kesadaran untuk kembali pada prinsip dasar bernegara tersebut dinilai sangat krusial di tengah berbagai tantangan bangsa saat ini.

Pernyataan mendasar tersebut disampaikan oleh Rektor Universitas Harkat Negeri (UHN) Sudirman Said saat memberikan pidato orasi kemerdekaan di kampus Universitas Harkat Negeri.

ADVERTISEMENT

"Budaya KKN dan koncoisme harus diberangus. Karena hal ini akan menjadi penghalang pencapaian cita-cita merdeka dalam arti yang seluas-luasnya," kata Sudirman.

Dalam orasinya, Sudirman memilah dua karakter utama yang kerap mewarnai dinamika kehidupan berbangsa, yakni pola tindakan atas dasar paksaan dan kesadaran usaha bersama.

"Warga membayar pajak karena takut sanksi adalah upaya paksa. Warga membayar pajak karena sadar itu iuran membiayai hidup bersama adalah usaha bersama," kata Sudirman.

Lebih lanjut, Sudirman juga menyoroti fenomena perilaku politik publik dalam menentukan sosok pemimipin nasional maupun daerah.

"Warga memilih pemimpin karena ingin sungguh-sungguh mencari yang terbaik adalah usaha bersama," kata Sudirman.

Perbedaan mendasar dari kedua watak tersebut terletak pada niat serta motivasi utama yang melandasinya, bukan sekadar melihat hasil akhir yang tampak di permukaan. Dalam skema usaha bersama, masyarakat memposisikan diri sebagai subjek aktif yang menyatukan modal, daya, serta potensi demi kemaslahatan publik, bukan sekadar objek dari regulasi top-down.

Gagasan ini turut dikaitkan dengan makna mendalam di balik syair lagu kebangsaan Indonesia Raya yang menekankan pentingnya Pembangunan jiwa sebelum raga. Pembangunan jiwa mencakup penanaman nilai kejujuran, integritas, rasa malu, serta keberanian membela kebenaran. Tanpa pondasi moral yang kokoh, pencapaian ekonomi dan fisik sebesar apa pun dinilai akan kehilangan arah pertunjukan.

Orasi tersebut diakhiri dengan dorongan kepada generasi muda untuk terlibat langsung dalam pembangunan negara melalui berbagai profesi publik seperti ASN, TNI, Polri, hingga profesional BUMN berlandaskan niat murni mengabdi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung