Repelita Jakarta - Kapal supertanker raksasa milik Iran, HUGE (9357183), berhasil lolos dari blokade Angkatan Laut Amerika Serikat dan saat ini tengah berlayar menuju perairan Indonesia .
Strategi yang digunakan Iran cukup sederhana tetapi efektif, yakni mematikan sistem AIS atau sistem identifikasi otomatis sejak keberangkatan .
ADVERTISEMENT
Kapasitas angkut kapal ini mencapai lebih dari 1,9 juta barel minyak mentah dengan nilai total hampir 220 juta dolar AS atau sekitar Rp3,8 triliun .
Kapal tersebut diketahui telah mematikan sinyal pelacakannya sejak 20 Maret 2026 saat meninggalkan Selat Malaka menuju Iran .
Selama lebih dari sebulan kapal ini menghilang dari pantauan radar sebelum akhirnya terdeteksi kembali di lepas pantai Sri Lanka .
Saat ini supertanker HUGE dilaporkan tengah melintasi Selat Lombok dan bergerak menuju Kepulauan Riau .
Data dari TankerTrackers.com mengonfirmasi bahwa kapal ini merupakan milik National Iranian Tanker Company (NITC) .
Keberhasilan ini menjadi pukulan telak bagi klaim AS yang sebelumnya menyebut blokade di Selat Hormuz "sangat berhasil" .
Bahkan media pemerintah Iran mengklaim setidaknya 52 kapal, termasuk 31 tanker minyak, berhasil melewati blokade dalam 72 jam .
Namun di sisi lain, militer AS menyatakan telah mencegat atau memaksa sekitar 41 kapal terkait Iran untuk berbalik arah .
Kapal supertanker ini bukan satu-satunya yang berhasil menembus blokade AS menuju Indonesia .
Kapal kedua bernama DERYA (9569700) dilaporkan juga melintasi Selat Lombok menuju Kepulauan Riau .
Kapal tersebut sebelumnya gagal mengirimkan 1,88 juta barel minyak ke India pada pertengahan April .
Kapal DERYA diketahui melanjutkan perjalanan ke selatan pada saat kapal-kapal saudaranya di area yang sama diminta putar balik oleh Angkatan Laut AS .
Secara total, sekitar 25 kapal tanker telah meninggalkan Iran pada bulan April 2026 .
Dari jumlah tersebut, tujuh kapal diminta putar balik oleh pasukan AS, sedangkan dua kapal lainnya disita .
Sisanya dinyatakan telah sampai di tujuan maupun di titik pertemuan yang dimaksudkan .
Iran sendiri telah memberlakukan aturan maritim baru di Teluk dan Selat Hormuz sebagai respons langsung terhadap serangan AS dan Israel .
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Indonesia mengenai masuknya dua supertanker Iran ke perairan Nusantara.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok