Berita, Nasional

Sri Radjasa Sebut Prabowo Berpotensi Mundur Pasca Agustus 2026 Karena Desakan Publik dan Kesehatan

Repelita.net

02 August 2026 23:36 WIB • 567 view

Sri Radjasa Sebut Prabowo Berpotensi Mundur Pasca Agustus 2026 Karena Desakan Publik dan Kesehatan
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Praktisi intelijen Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra memaparkan dinamika politik yang berpotensi terjadi, termasuk kemungkinan Presiden Prabowo Subianto menanggalkan jabatannya secara mendadak pasca-Agustus 2026.

Menurut analisisnya, kombinasi gelombang tekanan masyarakat serta kondisi kebugaran fisik berpeluang memicu keputusan pengunduran diri tersebut.

ADVERTISEMENT

Apabila skenario pelimpahan kekuasaan itu terealisasi, maka Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bakal secara otomatis naik menggantikan posisi kepala negara.

"Sesungguhnya gini ya, kita dari kondisi kesehatan Prabowo itu juga enggak baik-baik aja loh. Enggak baik-baik aja. Eh, yang kita khawatirkan nanti ketika terjadi gonjang-ganjing ya kan mulai Agustus dan seterusnya ini bisa juga ya kan tiba-tiba Presiden mengundurkan diri karena desakan publik, yang jadi Wapres," ujar Radjasa dalam tayangan YouTube 2045 TV yang dikutip pada Selasa (28/7/2026).

Radjasa menggarisbawahi bahwa tindakan pengunduran diri secara sukarela memiliki konsekuensi serta mekanisme yuridis yang berbeda dibandingkan proses pemakzulan.

"Kalau presiden mengundurkan diri itu beda loh. Mungkin bisa satu paket," imbuhnya.

Ia menuturkan kembali bahwa dua faktor utama yang memicu potensi pengunduran diri itu terletak pada dinamika sosial serta faktor kesehatan.

"Ya itu tadi karena desakan publik ya kan (Presiden mengundurkan diri) yang begitu kuat kemudian kesehatan ya kan dia mundur ya," tandasnya.

Di sisi lain, wacana mengenai durasi kepemimpinan Prabowo pernah diungkapkan oleh pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie pada awal 2024 lalu.

Connie mengklaim pernah menerima informasi dari Ketua TKN Rosan Roeslani bahwa masa jabatan Prabowo hanya akan berlangsung selama dua tahun sebelum diserahterimakan kepada Gibran.

"Saya bilang apa dulu saya mau tanya emang Pak Prabowo ini bakal jadi presiden berapa lama? Ini menyampaikan Pak Rosan loh, duta besar kita, mantan, di Amerika. Jadi rencananya dua tahun. Tiga tahun berikutnya diikuti oleh Gibran," kata Connie.

Tudingan tersebut langsung dibantah secara tegas oleh Rosan Roeslani dalam kesempatan terpisah.

Rosan menegaskan bahwa spekulasi masa jabatan dua tahun itu justru pertama kali dilontarkan oleh Connie dalam dialog mereka.

"Pernyataan yang dua tahun itu bukan datang dari saya. Beliau (Connie) mengatakan, 'Ini gimana kalau sudah dua tahun, atau kalau tiba-tiba Pak Prabowo, saya ini orang intelijen, bisa saja Pak Prabowo diracun, bisa lebih cepat, itu gimana?', dia bilang begitu," ujar Rosan.

Ia menolak meneruskan pembicaraan mengenai spekulasi tersebut karena dinilai tidak beretika dalam konteks politik nasional.

"Saya bilang, 'Bu, udahlah, itu tidak pantas. Ya sudahlah, kita, sih, nggak ada pikiran seperti itu lah, janganlah'," lanjutnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung