Repelita Jakarta - Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez akan menyerukan kepada Uni Eropa agar mengakhiri perjanjian asosiasinya dengan Israel.
Dalam sebuah rapat umum politik di Andalusia pada Ahad (19/4/2026), Sanchez menegaskan bahwa Israel sudah tidak layak menjadi mitra perhimpunan Benua Biru.
ADVERTISEMENT
“Pada hari Selasa, Pemerintah Spanyol akan mengajukan proposal kepada Uni Eropa agar Uni Eropa memutuskan perjanjian asosiasinya dengan Israel,” kata Sanchez seperti dikutip laman Al Arabiya.
Sanchez menekankan bahwa Israel telah secara gamblang melanggar berbagai hukum internasional dalam konfliknya di Jalur Gaza.
“Oleh karena itu (Israel) tak dapat menjadi mitra Uni Eropa. Sesederhana itu,” ujar perdana menteri Spanyol tersebut.
Pada Jumat (17/4/2026), Spanyol, Irlandia, dan Slovenia telah mengirim surat bersama kepada Komisi Eropa.
Ketiga negara menyerukan agar kesepakatan dengan Israel dibahas pada pertemuan menteri luar negeri Uni Eropa berikutnya.
Pada tahun 1995, Uni Eropa dan Israel menandatangani EU-Israel Association Agreement sebagai fondasi hukum utama hubungan bilateral.
Meskipun diteken pada tahun 1995, perjanjian tersebut baru mulai berlaku secara efektif pada bulan Juni tahun 2000.
EU-Israel Association Agreement mencakup klausul yang mewajibkan penghormatan terhadap hak asasi manusia sebagai syarat utama.
Spanyol dan Irlandia pertama kali menyerukan peninjauan kembali kesepakatan tersebut pada tahun 2024.
Saat itu, Israel tengah membombardir Jalur Gaza secara brutal dengan dalih menyerang fasilitas Hamas.
Dalam serangan tersebut, Israel membantai ribuan warga sipil Gaza, termasuk perempuan dan anak-anak yang tidak berdosa.
Spanyol dan Irlandia termasuk di antara negara yang paling vokal melayangkan kritik serta kecaman keras atas agresi Israel ke Gaza.
Pada tahun 2024, Pemerintah Spanyol dan Irlandia mengambil keputusan berani untuk mengakui negara Palestina secara resmi.
Langkah pengakuan tersebut dikritik tajam oleh Israel dan dianggap sebagai tindakan bermusuhan.
Bulan ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh Spanyol melancarkan kampanye diplomatik yang bermusuhan terhadap negaranya.
“Israel tidak akan tinggal diam menghadapi mereka yang menyerang kita,” kata Netanyahu saat itu.
“Saya tidak siap untuk mentoleransi kemunafikan dan permusuhan ini. Saya tidak akan membiarkan negara mana pun melakukan perang diplomatik terhadap kami tanpa menghadapi konsekuensi langsung,” tambah Netanyahu dengan nada mengancam.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok