Repelita Jakarta - Ketegangan di Timur Tengah memasuki babak baru setelah Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengeluarkan pernyataan perang yang membuat dunia terperangah.
Dengan nada penuh kepercayaan diri, Katz menyatakan bahwa Israel siap untuk mengembalikan Iran ke "zaman batu dan kegelapan" .
ADVERTISEMENT
Pernyataan itu disampaikan Katz di tengah kebuntuan perundingan damai antara Iran dan Amerika Serikat yang semakin memanas .
"Sok jago," demikian sindiran yang kini viral di media sosial menanggapi arogansi Israel yang mengaku siap menghancurkan infrastruktur energi dan ekonomi Iran .
Katz dengan terang-terangan mengakui bahwa militer Zionis saat ini tengah menunggu lampu hijau dari Amerika Serikat untuk melancarkan serangan mematikan .
Target utama yang disebut Katz meliputi pembasmian dinasti Khamenei serta penghancuran total fasilitas listrik dan ekonomi Iran .
"Kami sedang menunggu lampu hijau dari Amerika Serikat - pertama dan terutama untuk menyelesaikan penghapusan dinasti Khamenei," ujar Katz dalam pernyataan video yang dirilis Kamis .
Ia menambahkan bahwa serangan kali ini akan berbeda dan jauh lebih mematikan dibandingkan serangan pembuka perang pada 28 Februari lalu .
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga ikut memanaskan suhu geopolitik dengan aksinya yang disebut-sebut "main gila" di Selat Hormuz .
Trump memerintahkan Angkatan Laut AS untuk menembak mati setiap kapal, sekecil apa pun, yang kedapatan memasang ranjau di perairan strategis tersebut .
"Tidak boleh ada keraguan," tulis Trump dalam unggahan di Truth Social, Kamis (23/4) .
Ia juga mengklaim bahwa Amerika Serikat saat ini memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz .
"Kami memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz," tulis Trump dalam unggahan lainnya .
Trump memerintahkan peningkatan tiga kali lipat operasi kapal penyapu ranjau AS untuk membersihkan jalur minyak dunia tersebut .
Langkah ini diambil setelah sebelumnya Iran menyerang tiga kapal kargo yang mencoba melintasi selat dan mengklaim telah menyita dua di antaranya .
Sebagai bagian dari tekanan maksimal, Washington telah memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran .
Komando Pusat AS menyatakan hingga kini telah mengarahkan 31 kapal untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan .
"Tidak ada kapal yang dapat masuk atau keluar tanpa persetujuan Angkatan Laut Amerika Serikat," tegas Trump .
Pernyataan kontroversial Trump dan Katz ini mendapat kecaman luas dari berbagai pihak yang khawatir akan memicu perang regional skala besar .
Presiden Iran Masoud Pezeshkian pun angkat bicara, mengecam ancaman "zaman batu" yang dilontarkan AS sebagai kejahatan perang yang nyata .
"Apakah mengancam akan mengirim seluruh bangsa kembali ke Zaman Batu berarti sesuatu selain kejahatan perang yang besar?" tanya Pezeshkian di media sosial .
Meskipun gencatan senjata diperpanjang secara sepihak oleh Trump, Iran menolak untuk kembali berunding selama blokade masih berlangsung .
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan ledakan konflik yang lebih besar mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi 20 persen pasokan minyak dunia .
Kini dunia menanti apakah AS akan memberikan "lampu hijau" kepada Israel untuk merealisasikan ancaman "kembali ke zaman batu" terhadap Iran .(*)
Editor: 91224 R-ID Elok