Berita, Timur Tengah

SNSC Peringatkan AS Jangan Tantang Ancaman Iran di Selat Hormuz, Negosiasi Ditunda hingga Lawan Sesuaikan dengan Realitas Medan Perang

Repelita.net

19 April 2026 12:13 WIB • 1,011 view

SNSC Peringatkan AS Jangan Tantang Ancaman Iran di Selat Hormuz, Negosiasi Ditunda hingga Lawan Sesuaikan dengan Realitas Medan Perang
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat untuk tidak menantang ancaman Iran di Selat Hormuz yang saat ini berada di bawah pengawasan dan kontrol ketat negaranya.

Pernyataan itu disampaikan Sekretariat SNSC Mohammad Bagher Zolghadr setelah kegagalan pihak agresor Amerika-Israel di medan perang, dengan menegaskan bahwa Iran tidak akan mentolerir tindakan provokatif AS di jalur air strategis tersebut.

ADVERTISEMENT

Oleh karena itu, kelanjutan negosiasi ditunda hingga pihak lain menyesuaikan pendiriannya dengan realitas medan perang, ujar Zolghadr memperingatkan AS pada Sabtu, 18 April 2026.

Ia menegaskan bahwa pengawasan ketat Selat Hormuz penting dilakukan karena sebagian besar dukungan logistik untuk pangkalan militer AS di Teluk Persia disediakan melalui selat tersebut, yang merupakan ancaman bagi keamanan nasional Iran.

Jangan menantang ancaman Iran di Selat Hormuz, karena kendali penuh berada di tangan Angkatan Bersenjata Republik Islam, tegas Zolghadr.

Republik Islam Iran dilaporkan kembali menutup akses Selat Hormuz untuk umum pada Sabtu, 18 April 2026, setelah AS terus melakukan tindakan pembajakan dan perampokan laut dengan dalih blokade.

Juru Bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia Iran, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari, menekankan bahwa status Selat Hormuz akan tetap terkendali ketat dan tidak berubah dari status sebelumnya.

Keputusan ini berlaku sampai Amerika Serikat mengakhiri pembatasan pergerakan bebas kapal dari Iran, dan jika tuntutan itu tidak dipenuhi maka jangan harap Selat Hormuz akan terbuka, peringat Zolfaghari.

Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah mengeluarkan ancaman keras akan menenggelamkan semua kapal perang AS sebagai respons terhadap blokade laut sejak 13 April 2026.

Penasihat militer pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan bahwa seluruh kapal Angkatan Laut AS saat ini berada dalam jangkauan peluncur rudal Iran.

IRGC secara spesifik memberikan peringatan terakhir kepada kapal perusak USS Michael Murphy dan USS Frank E. Petersen Jr. untuk segera meninggalkan wilayah tersebut sebelum terkena serangan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung