Repelita [Jakarta] - Panggung politik Singapura mendadak diwarnai kejutan besar menyusul pengunduran diri mendadak seorang pejabat tinggi pemerintahan di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Lawrence Wong.
Tokoh senior yang menjabat sebagai menteri muda sekaligus pelaksana tugas urusan masyarakat muslim tersebut memutuskan melepas seluruh atribut jabatannya karena persoalan etika pribadi.
ADVERTISEMENT
Keputusan pengunduran diri tersebut disampaikan secara terbuka melalui surat resmi kepada kepala pemerintahan menyusul interaksi kontroversial yang melibatkan dirinya dengan seorang warga sipil perempuan.
"Saya menulis surat ini untuk menyampaikan keputusan saya untuk mengundurkan diri sebagai Pemegang Jabatan Politik, Anggota Parlemen, dan anggota People’s Action Party yang berlaku secara efektif segera, atas alasan pribadi," tulisnya.
Dalam surat terbuka tersebut, sang pejabat mengakui adanya kekeliruan dalam menilai situasi serta kegagalan menetapkan batasan interaksi secara tepat sejak awal perjumpaan.
"Telah terjadi situasi yang melibatkan perilaku saya dengan seorang warga sipil perempuan. Meskipun tidak ada hubungan fisik di antara kami, dan saya tidak berniat agar interaksi tersebut berkembang ke arah itu, terdapat kekhilafan dalam penilaian dari pihak saya mengenai cara saya menangani interaksi tersebut, serta kegagalan dalam menetapkan batasan-batasan yang lebih jelas sejak tahap awal," lanjutnya.
Perdana Menteri Lawrence Wong menyatakan telah menerima surat permohonan berhenti dari jabatannya tersebut dan menghargai sikap kesatria yang mengakui pelanggaran standar etika publik.
"Namun saya menghargai pengakuan Anda bahwa perilaku Anda tidak memenuhi standar yang diharapkan dari Anda, serta keputusan Anda untuk bertanggung jawab atas hal tersebut," balas perdana menteri.
Pihak otoritas kepolisian setempat sempat melakukan investigasi mendalam berdasarkan laporan kedua belah pihak namun memutuskan tidak melanjutkan proses hukum karena ketiadaan unsur pidana.
Kendati demikian, standar kepatutan moral bagi seorang pejabat negara tetap ditegakkan secara ketat oleh partai berkuasa tanpa kompromi terhadap pelanggaran etika profesional.
Posisi Pelaksana Tugas Menteri Urusan Muslim selanjutnya diserahkan kepada Zaqy Mohamad guna memastikan roda pelayanan publik tetap berjalan tanpa hambatan berarti di kemudian hari.
Mantan pejabat yang bersangkutan juga menyampaikan permohonan maaf terbuka melalui akun media sosial Muhammad Faishal Ibrahim bertanggal 20 Juli 2026 demi menjaga ketenangan serta privasi keluarganya.
"Hari ini saya mengundurkan diri sebagai Pemegang Jabatan Politik, Anggota Parlemen, dan anggota People's Action Party. Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya karena telah mengecewakan para warga dan pendukung saya yang telah mempercayai saya," tulisnya(*)
Editor: 91224 R-ID Elok