Berita, Viral Sosmed

Singgung Operasi Mapenduma, Arif Wicaksono Desak Prabowo Bebaskan Negara Dari Sandera Kelompok Internal

Repelita.net

02 September 2026 20:21 WIB • 380 view

Singgung Operasi Mapenduma,  Arif Wicaksono Desak Prabowo Bebaskan Negara Dari Sandera Kelompok Internal
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sebuah seruan terbuka bernada peringatan keras dilontarkan di ruang maya pada tanggal 1 September 2026 menyoroti kondisi kepemimpinan nasional saat ini.

Pesan reflektif tersebut dibagikan oleh pemilik akun @arifbalikpapan1

ADVERTISEMENT

dengan mengungkit kembali rekam jejak masa lalu kepala negara dalam menaklukkan krisis penyanderaan.

Seluruh isi unggahan penting dari akun tersebut ditampilkan secara utuh tanpa ada pengubahan redaksional sedikit pun sebagai berikut: 1996, ingat Operasi Mapenduma, Pak Prabowo? Saat itu Bapak sukses memimpin pembebasan sandera.

Anggap sekarang sanderanya negara ini.

Tersandera segelintir orang—demi dendam pada musuh lama dan nafsu menguasai negeri.

Bukan orang jauh.

Bukan pihak asing.

Ada di sekeliling Bapak.

Hari ini Bapak pemimpin dan panglima tertinggi.

Bukan dia.

Bukan mereka.

Segera bebaskan sandera.

Seruan tersebut langsung menuai beragam tanggapan serius serta memicu perdebatan panjang di antara para pengamat dunia maya di kolom balasan.

Pengguna akun @DjoeTwahyu

turut memberikan ulasan mengenai dilema etika ketimuran dalam lingkaran kekuasaan yang dianggap melumpuhkan logika objektif.

Komentar warganet tersebut ditulis persis apa adanya tanpa perubahan sedikit pun sebagai berikut: Begitulah kalau menang karena di tolong dgn cara apapun, dia memegang adab org ketimuran selalu berhutang Budi dan sungkan, setelah di tolong, bukan lagi logika yg di kedepankan,, salahpun akan tetap dia bela, ajurrr kan akhirnya.

Menanggapi hal itu, pemilik akun @arifbalikpapan1

kembali menegaskan batas antara rasa terima kasih dengan prinsip kepemimpinan yang berdaulat penuh.

Pernyataan lanjutan tersebut disalin secara utuh tanpa perubahan teks sedikit pun sebagai berikut: Adab ketimuran itu bayar jasa, bukan serahkan negara seumur hidup.

Kalau sudah ditolong logika dimatikan, yang salah tetap dibela, itu bukan kesatria.

Itu sandera.

Jangan jadi sandera hutang yang sudah lunas.

Jadilah Ksatria.

Diskusi digital itu semakin melebar tatkala akun @Sigromilir01

ikut mengulas kilas balik sejarah operasi militer di masa lampau sebagai perbandingan situasi.

Ulasan analitis tersebut dimuat persis apa adanya tanpa perubahan sedikit pun sebagai berikut: nah,...track records ops. meraih jabatan.

  • ops. mependuma, siapa KK menyandera tim ekpedisi Lorentz 95?

-ops. kasus Santa cruz?

-ops. culik?

Bicara korban, dibalik slogan patriotisme.

Pun sekarang negara tersandera dan rakyatnya jadi korban, dari ego & ambisi.

Berbagai respons kritis ini mencerminkan tingginya atensi masyarakat terhadap arah kendali pemerintahan serta pengaruh lingkaran terdekat terhadap pemegang kekuasaan. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung