Repelita Jakarta - Status politik Joko Widodo sebagai anggota resmi Partai Solidaritas Indonesia kembali mencuat dan menjadi perbincangan publik.
Pengamat media sosial Palti Hutabarat berpendapat bahwa partai politik besar akan berpikir berkali-kali sebelum menampung Jokowi.
ADVERTISEMENT
Pendapat tersebut disampaikan oleh Palti Hutabarat melalui akun X miliknya pada hari Sabtu, 3 Oktober 2026.
Partai besar mikir sejuta kali menampung Jokowi jadi kader mereka, tulis Palti Hutabarat di akun X pada hari Sabtu, 3 Oktober 2026.
Menurut analisis Palti, keengganan partai besar itu didasari oleh citra politik Jokowi yang dinilai mengalami penurunan drastis.
Penurunan citra tersebut khususnya terjadi setelah munculnya berbagai polemik pelik yang berkaitan dengan isu ijazah.
Alasannya jelas karena efek Jokowi sudah mulai meredup khususnya setelah kasus ijazah palsu, ujar Palti Hutabarat di akun X pada tanggal Sabtu, 3 Oktober 2026.
Sebagai perbandingan nyata, Palti menyoroti Partai Solidaritas Indonesia yang kini menjadi rumah politik bagi keluarga besar Jokowi.
Partai yang mengandalkan figur keluarga Jokowi tersebut justru harus menelan kenyataan pahit akibat dampak elektoral yang tidak sesuai harapan.
PSI yang menampung keluarga Jokowi dan berharap dapat efek positif akhirnya harus menelan kenyataan pahit.. Bukannya banyak yang mendukung malah jadi ikut kena efek negatif.. Kapok!, pungkas Palti Hutabarat di akun X pada hari Sabtu, 3 Oktober 2026.
Sebelumnya, Joko Widodo sendiri telah mengonfirmasi status keanggotaannya di dalam kepengurusan Partai Solidaritas Indonesia secara terbuka.
Mantan presiden tersebut mengaku telah bergabung menjadi kader resmi sejak tanggal 14 Oktober 2025 yang lalu kepada publik.
Sudah setahun yang lalu. Banyak yang nggak percaya, sekarang saya buka saja kartu anggota saya ini, tegas Joko Widodo.
Menanggapi dinamika politik tersebut, Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia Raja Juli Antoni menyampaikan sikap optimisme tinggi.
Raja Juli meyakini partainya tetap memiliki kekuatan solid dengan mengandalkan pengalaman serta dukungan penuh dari para petinggi.
Insyaallah dengan pengalaman 2 kali pemilu. Ada Mas Kaesang sebagai Ketua Umum. Kemudian Pak Jokowi insyaallah juga full meng-endorse PSI. Insyaallah kami tidak ada masalah, ujar Raja Juli Antoni.
Keyakinan tersebut tetap dipegang teguh oleh jajaran pengurus meskipun aturan ambang batas parlemen masih dalam tahap pembahasan intensif.
Partai Solidaritas Indonesia menyadari posisinya yang belum mendudukkan wakil di Senayan sehingga tidak terlibat langsung dalam revisi undang-undang.
Meskipun demikian, partai berlambang mawar tersebut menyatakan kesiapan penuh untuk menghadapi perhelatan pemilu legislatif pada masa mendatang.
PSI insyaallah ya, berapa pun kami siap fight di 2029, pungkas Raja Juli Antoni menegaskan kesiapan partainya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok