Berita, Viral Sosmed

Sidang Keabsahan Dokumen Memanas Saksi Mengaku Hanya Melihat Hasil Scan Ijazah Jokowi Dari Internet

Repelita.net

21 October 2026 14:01 WIB • 100 view

Sidang Keabsahan Dokumen Memanas Saksi Mengaku Hanya Melihat Hasil Scan Ijazah Jokowi Dari Internet
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Jalannya persidangan pembuktian yang tengah berlangsung dilaporkan diwarnai oleh situasi tegang dari pihak penuntut umum.

ADVERTISEMENT

Informasi mengenai kondisi ruang sidang tersebut dibagikan melalui sebuah tulisan oleh akun @DokterTifa pada 18 Oktober 2026.

Menurut klaim dalam unggahan itu, ketegangan dipicu oleh kesaksian dari saksi bernama Damanik mengenai keabsahan dokumen penting yang tengah diperkarakan.

"JPU sedang panik. Damanik berkata: Dia tidak melihat ijazah aslinya. Yang ditunjukkan Jokowi kepadanya adalah hasil scan ijazah tersebut," tulis akun tersebut membuka narasinya.

Pihaknya berargumen bahwa detail teknis pemaparan dokumen scan itu seharusnya dikupas secara mendalam serta dikonfrontasikan dengan barang bukti fisik di pengadilan.

"Bagaimana hasil scan ijazah itu ditunjukkan, dengan alat apa, dari jarak berapa, dan pertanyaan teknis lainnya—itu tempatnya di ruang sidang pembuktian. Di persidangan ini! Kesaksian Damanik harus dikonfirmasi dengan ijazah Jokowi yang telah disita oleh JPU," lanjutnya.

Lebih lanjut, ia mengkritik keras sikap dari tim jaksa penuntut umum yang dinilai kerap memotong jalannya interogasi demi mengamankan posisi saksi.

"Permintaan yang standar, rasional, logis, dan sesuai dengan KUHP. Tapi ya, itulah masalahnya. Anak-anak JPU—dan terutama gadis yang memegang mikrofon—sengaja dilatih untuk memotong setiap pertanyaan berbahaya yang saya dan pengacara gunakan untuk membedah dan menghancurkan saksi yang penuh kebohongan ini," ungkapnya lagi.

Ia pun menegaskan bahwa seluruh saksi yang dihadirkan di bawah sumpah telah mengakui sebuah fakta seragam mengenai dokumen yang dimaksud.

"Damanik dan 6 saksi lainnya, termasuk pemimpinnya Azwan, telah bersaksi di bawah sumpah kitab suci masing-masing di persidangan ini: bahwa MEREKA TIDAK PERNAH MELIHAT IJAZAH ASLI JOKOWI!" pungkas tulisan tersebut.

Tanggapan publik langsung mengalir deras di kolom komentar, salah satunya dari akun @RizalHusein4 yang menyampaikan dukungannya terhadap tim penggugat.

"Ya Allah lindungi Dr dr Tifa & keluarganya juga Dr Roy Suryo & keluarganya serta seluruh team yg bersama mereka. Aamiin yaa Robbal aalamiin 🤲" ketik akun itu.

Tuntutan agar pengawasan terhadap integritas pimpinan sidang dilakukan secara netral turut disuarakan oleh akun @DodoSenang47202.

"Saya meminta kepada @MahkamahAgung agar Ketua Majelis Hakim yang memenangkan persidangan kasus ini dapat memimpin persidangan secara objektif dan netral, tolong awasi karena sampai hari ini termohon belum diperiksa dan ijazah yang disita belum pernah ditunjukkan oleh jaksa dalam persidangan," tulisnya.

Ada pula pertanyaan retoris mengenai kehadiran fisik dari alat bukti utama persidangan yang dilayangkan oleh akun @clebersanto258.

"Sidang ini apakah sudah menghadirkan barang buktinya yaitu ijazah?" komentar akun tersebut.

Keraguan mendalam mengenai kredibilitas aparatur hukum yang bertugas memimpin jalannya perkara ini juga ikut diutarakan oleh akun @2480ebdb25884fa.

"Perlu dipertanyakan tentang kredibiltas anggota JPU nya, termasuk hakim nya. Jangan²...?!?!" sebut akun tersebut.

Prediksi pesimistis bahwa bukti asli tidak akan pernah dimunculkan di dalam ruang sidang turut diungkapkan oleh akun @PamanBeruang2.

"Memang ada barangnya? di sidang tak pernah nongol kok dan tarohan tak bakal nongol. Alamat Gus Nur, masuk krn barang ghoib," tulisnya.

Terakhir, tuntutan mosi tidak percaya kepada jajaran pengadilan negeri yang bertugas disampaikan secara formal oleh akun @BobbyPatriotCat.

"Yang terhormat @KomisiYudisial @KomisiKejaksaan @DPR_RI MOSI TIDAK PERCAYA KEPADA HAKIM PENGADILAN NEGERI JAKARTA TIMUR · Tidak ada Subjek & Objek Hukum untuk Ijazah Jokowi @jokowi: Hakim tidak menghadirkan laporan forensik ijazah & @jokowi di persidangan. · Saksi-saksi Tidak Melihat" tegas akun tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung