Berita, Nasional

Seskab Teddy Sindir Masa Jabatan Dino Patti Djalal Saat Tanggapi Kritik Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo, Hebat Tapi Cuma Diberi Kesempatan 3 Bulan

Repelita.net

01 June 2026 23:30 WIB • 914 view

Seskab Teddy Sindir Masa Jabatan Dino Patti Djalal Saat Tanggapi Kritik Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo, Hebat Tapi Cuma Diberi Kesempatan 3 Bulan
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, memberikan tanggapan tajam terhadap kritik yang disampaikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, mengenai frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.

Dalam video resmi yang dirilis Senin, 1 Juni 2026, Teddy mengawali responsnya dengan nada apresiasi yang kemudian diikuti sentilan terkait rekam jejak jabatan diplomat senior tersebut.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, terima kasih atas masukan yang telah diberikan, sangat cermat dan terstruktur.

Saya pikir beliau adalah diplomat hebat, pernah menjadi Wakil Menteri Luar Negeri walau hanya diberi kesempatan sekitar 3 bulan, ucap Teddy dalam pernyataannya.

Sebelumnya, Dino menyoroti tingginya intensitas perjalanan internasional Presiden Prabowo yang dinilai membebani anggaran dan dianggap sebagai agenda yang minim substansi.

Teddy menolak keras anggapan bahwa kunjungan-kunjungan tersebut hanya bersifat seremonial atau sekadar tindakan untuk gagah-gahan di mata internasional.

Ia menjelaskan bahwa diplomasi di tengah situasi global yang krisis membutuhkan investasi hubungan jangka panjang antar pemimpin negara agar Indonesia memiliki posisi tawar yang kuat.

Kita tidak bisa hanya mengandalkan saat krisis baru kita minta bantuan.

Tidak.

Kita harus panen hubungan yang baik, lalu bila suatu saat ada kondisi mendesak, kita bisa minta bantuan.

Jadi salah besar kalau dibilang hanya gagah-gahan atau seremonial, tegas Teddy.

Mengenai pengaturan agenda pertemuan bilateral, Teddy menegaskan bahwa hal tersebut merupakan keputusan strategis Presiden dan Menteri Luar Negeri berdasarkan skala prioritas nasional.

Pertemuan dengan kepala negara lain di suatu event itu yang menentukan adalah Bapak Presiden dan juga saran dari Menteri Luar Negeri.

Dan beliau-beliaulah yang mengetahui mana yang prioritas, tambahnya.

Pihak istana menyatakan tetap terbuka terhadap berbagai masukan publik, namun meminta agar setiap kritik disampaikan dengan konteks yang menyeluruh dan berbasis data.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok



TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung