Repelita [Jakarta] - Gelombang gempuran militer Rusia dilaporkan menghancurkan sebuah fasilitas penyimpanan amunisi standar NATO di wilayah Ukraina.
Informasi perkembangan situasi konflik militer tersebut diunggah oleh akun @nandxnandza
ADVERTISEMENT
pada tanggal 29 Agustus 2026.
Dalam narasi unggahan yang beredar di platform media sosial, pemilik akun memberikan rincian terkait kehancuran instalasi militer tersebut.
Laporan mengenai ledakan gudang amunisi disampaikan oleh @nandxnandza
dengan membagikan kabar, "TERBARU: π·πΊπΊπ¦ Depot Amunisi NATO Hancur. Momen ledakan di sebuah depot amunisi milik Angkatan Bersenjata Ukraina di desa Milaya, wilayah Kyiv. (Video 1)".
Selain fasilitas amunisi di kawasan Milaya, gempuran udara Rusia juga menyasar sistem pertahanan udara yang baru saja dikirimkan oleh negara donor barat.
Pemilik akun menambahkan keterangan mengenai kehancuran alutsista tersebut dengan menuliskan, "Rusia juga menghancurkan rudal-rudal Patriot yang baru dipasok ke Ukraina, di Kyiv. (Video 2)".
Serangan intensif berskala besar tersebut diketahui berlangsung secara massif pada malam sebelumnya di beberapa titik strategis wilayah Kyiv.
Laporan kondisi di lapangan dipertegas oleh @nandxnandza
melalui cuitan penutupnya, "Rusia sedang melancarkan serangan besar-besaran malam tadi. - Pressbee, EA Daily.".
Unggahan mengenai eskalasi pertempuran tersebut mendapat berbagai tanggapan dari para pengguna media sosial di kolom komentar.
Dukungan atas aksi militer tersebut disampaikan oleh akun @fox_squad01
pada tanggal 29 Agustus 2026 melalui komentar singkatnya, "Well done Russia".
Gempuran terbaru ini menandai makin meningkatnya intensitas serangan jarak jauh Rusia terhadap rantai pasokan alutsista serta sistem pertahanan udara Ukraina.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads