Berita, Viral Sosmed

Sebut Program Makan Bergizi Gratis Tidak Berdampak Ekonomi, Survei INDEF Ungkap 82 Persen Pelaku UMKM Gigit Jari

Repelita.net

23 October 2026 23:24 WIB • 83 view

Sebut Program Makan Bergizi Gratis Tidak Berdampak Ekonomi, Survei INDEF Ungkap 82 Persen Pelaku UMKM Gigit Jari
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Program unggulan nasional Makan Bergizi Gratis kembali dihantam kritik tajam terkait efektivitas realisasinya terhadap perputaran roda perekonomian masyarakat kelas bawah.

ADVERTISEMENT

Agenda besar yang diklaim mampu menggerakkan sektor usaha mikro tersebut dinilai belum memberikan dampak kesejahteraan yang riil bagi para pelaku dagang kecil di daerah.

Informasi seputar ulasan kritis berbasis data statistik sosioperusahaan ini sebelumnya disebarluaskan oleh salah satu akun media sosial berbasis teks di lini masa lokal.

Unggahan bermuatan nota protes terhadap jalannya kebijakan pangan tersebut pertama kali dipublikasikan oleh nama akun @gunromli pada hari Jumat tanggal 23 Oktober 2026.

Pihak pengunggah menyodorkan draf hasil riset dari Institute for Development of Economics and Finance guna mematahkan narasi keberhasilan ekonomi yang sering didengungkan pemerintah.

Berdasarkan hasil survei INDEF terhadap 1.806 pelaku usaha, sebanyak 82 persen UMKM terungkap mengeluhkan ketiadaan peluang bisnis baru dari bergulirnya program Makan Bergizi Gratis.

"MBG TIDAK BERDAMPAK BAGI EKONOMI RAKYAT‼️ 82 Persen UMKM Gigit Jari, 22 Persen Malah Rugi. MBG Hanya Subur Keracunan dan Korupsi. Hentikan! Katanya MBG menggerakkan ekonomi rakyat. Katanya uang triliunan akan mengalir sampai ke warung, petani, dan pedagang kecil di desa. Faktanya? Survei INDEF terhadap 1.806 pelaku UMKM menelanjangi klaim itu. Sebanyak 82 persen UMKM bilang MBG tak membuka peluang usaha apa pun. Lebih telak lagi: 22 persen UMKM justru mengaku usahanya turun gara-gara MBG" tulis akun tersebut.

Rentetan paparan data evaluasi makro tersebut seketika membanjiri lini masa serta memancing kegaduhan diskusi yang sangat sengit di antara para pengguna internet.

Sejumlah warga net terpantau berbondong-bondong meluncurkan beragam komentar tertulis persis di bawah kolom komentar akun @gunromli pada Jumat, 23 Oktober 2026.

"HENTIKAN JUGA PRABOWO PAK, TOLOL ORANGNYA." tulis akun @wann_dabeln menyuarakan ekspresi kekesalan politiknya secara radikal di kolom komentar Threads.

"CALEG GAGAL KAMPANYE MULU" tulis akun @nanda_land yang kedapatan menyindir latar belakang personal dari sang tokoh pembuat unggahan media sosial.

"Guntur Romli ktitikan nya bagus, cuma partai nya juga sarang KORUPTOR jadi ya 11:12." tulis akun @bethurrrrs melayangkan ulasan pembanding di ruang digital.

"Buka datanya dull bukan katanya Jubir @pdiperjuangan mentalistas Narasi Sampah terus.... Tapi Kalau Kader yang Korupsi jangan di tanya ya @pdiperjuangan 🤣🤣 Nusantara" tulis akun @davidfrederik.

Munculnya divergensi perdebatan digital ini kian mempertegas pentingnya transparansi serta audit menyeluruh terhadap rantai pasok logistik demi ketepatan sasaran target kesejahteraan rakyat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung