Berita, Nasional

SDN Tlogo 2 Blitar Berubah Drastis, Ruang Belajar Dikorbankan untuk Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih

Repelita.net

25 April 2026 11:58 WIB • 1,154 view

SDN Tlogo 2 Blitar Berubah Drastis, Ruang Belajar Dikorbankan untuk Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih
Foto: Istimewa

Repelita Blitar - Suasana di lingkungan SDN Tlogo 2 kini berubah drastis karena area yang biasa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar telah dipagari tembok seng.

Proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) resmi dimulai di kompleks sekolah tersebut meskipun menuai gelombang penolakan keras dari berbagai elemen.

ADVERTISEMENT

Guru, wali murid, hingga kalangan legislatif ternyata pernah menyuarakan penentangan terhadap rencana ini namun suara mereka seolah tak didengar.

Lampu hijau dari kepala daerah membuat keputusan kontroversial ini tak bisa lagi diganggu gugat oleh siapapun yang peduli dengan nasib pendidikan.

Kini para penghuni sekolah hanya bisa pasrah menyaksikan ruang-ruang vital di lingkungan mereka satu per satu dikorbankan untuk proyek koperasi.

Pembangunan KDMP ini menelan sejumlah ruang penting seperti perpustakaan, ruang kepala sekolah, serta ruang ekstrakurikuler yang harus beralih fungsi.

Guru-guru pun kebingungan menentukan nasib ribuan buku perpustakaan dan mencari lokasi baru untuk kegiatan siswa ke depannya.

Seorang tenaga pengajar di SDN Tlogo 2 yang meminta anonimitas mengungkapkan rasa kecewa karena aspirasi penolakan mereka tidak pernah didengar pemangku kebijakan.

"Kami menolak, tapi kalau para pemimpin, bahkan kepala daerah sudah berikan izin, nggak ada yang bisa kami lakukan," dikutip Jumat (24/4).

Terkait hilangnya ruang perpustakaan secara permanen, guru tersebut mengaku hingga saat ini belum ada solusi konkret dari pihak manapun.

"Kami juga bingung mau ditaruh di mana. Ruang yang kosong jelas tidak bisa digunakan. Saya sendiri juga bingung," terangnya dengan nada frustrasi.

Janji pemerintah daerah untuk menyediakan ruang pengganti berupa bangunan baru pun menjadi tanda tanya besar tanpa kejelasan.

"Kayaknya beberapa waktu lalu sempat akan dibangun ruang pengganti. Tapi, buktinya sampai proses KDMP mau dibangun tidak ada kabar lagi," ungkap guru tersebut.

Dampak pembangunan ini ternyata tidak hanya dirasakan oleh para guru tetapi juga orang tua siswa yang mulai cemas.

Seorang wali murid kelas 3 mengungkapkan kegelisahannya melihat ruang latihan tari dan mengaji yang biasa digunakan anaknya kini hilang.

"Saya orang kecil. Tidak tau masalah itu. Memang terkait KDMP, sempat orang datang ke sekolah untuk melihat, yang penting anak-anak tidak terganggu sekolahnya," ungkapnya.

"Biasanya ruang latihan dipakai anak-anak menari, juga sering mengaji, nanti kegiatan-kegiatan tersebut mau digelar di ruang mana ya," sambungnya dengan nada cemas.

Meskipun pihak sekolah telah berupaya menolak pembangunan sejak awal, kenyataan di lapangan menunjukkan proyek tetap berjalan tanpa hambatan.

Harapan terbesar para orang tua kini hanya agar aktivitas konstruksi tidak mengganggu konsentrasi belajar siswa di dalam kelas.

"Kayaknya pihak guru sudah menolak, tapi kok ya pembangunan koperasi tetap jalan. Semoga proses pembangunan tidak mengganggu anak-anak belajar, tapi kalau terganggu ya kasihan anak-anak yang mau fokus belajar," imbuh wali murid tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung