Berita, Nasional

Saya minta maaf bu, wapres Gibran diprotes ortu korban keracunan MBG di Karo, Kunjungi Korban Keracunan MBG di Karo, Gibran Pastikan Negara Tanggung Biaya Pengobatan

Repelita.net

12 September 2026 13:12 WIB • 364 view

Saya minta maaf bu, wapres Gibran diprotes ortu korban keracunan MBG di Karo, Kunjungi Korban Keracunan MBG di Karo, Gibran Pastikan Negara Tanggung Biaya Pengobatan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendatangi Rumah Sakit Efarina di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada hari Jumat 11 September 2026.

Berdasarkan laporan kanal YouTube Tribunnews pada 12 September 2026, kunjungan tersebut dilakukan guna melihat langsung kondisi para siswa yang mengalami gangguan kesehatan serius.

ADVERTISEMENT

Para pelajar tersebut menjadi korban keracunan massal setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan dari program Makan Bergizi Gratis pemerintah.

Di tengah pertemuan yang berlangsung dengan para korban beserta keluarganya, Gibran memastikan seluruh biaya pengobatan siswa akan ditanggung negara.

Semua biaya pengobatan akan kami tanggung, ujar Gibran dalam pertemuan tersebut untuk meredakan kekhawatiran keluarga pasien.

Selain menganggung seluruh biaya medis, pejabat tinggi negara itu juga menawarkan opsi rujukan ke rumah sakit yang lebih lengkap di Medan atau Jakarta.

Kami pastikan sekali lagi, anak-anak mendapatkan pelayanan medis terbaik, dokter-dokter terbaik dan kami pantau terus di sini, katanya menambahkan.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada para orang tua murid atas insiden buruk tersebut.

Saya minta maaf, Bu. Sampaikan ke anaknya juga, ujar Gibran di hadapan para wali murid yang mendampingi anak-anak mereka.

Salah seorang siswi korban keracunan berinisial SV sempat mengadukan berbagai keluhan fisik mulai dari sakit kepala, sesak napas, hingga nyeri perut.

Sebelum dikunjungi pejabat pusat, siswi tersebut sempat menjalani pengobatan rawat jalan secara mandiri karena keterbatasan fasilitas dan biaya.

Mendengar keluhan tersebut, pihak pemerintah menegaskan kembali bahwa persoalan biaya tidak boleh menjadi beban bagi keluarga korban yang kurang mampu.

Suasana kunjungan kerja tersebut sempat diwarnai ketegangan ketika lima orang siswi korban keracunan sempat dicegah untuk masuk menemui wakil presiden.

Perwakilan orang tua mendesak petugas agar anak-anak tersebut diizinkan masuk karena ingin menyampaikan langsung penderitaan yang mereka alami.

Kita bicara kemanusiaan. Cuma lima orang, ujar salah seorang perwakilan warga dalam situasi yang sempat memanas di lokasi rumah sakit.

Ketegangan di lokasi sempat meningkat hingga berujung pada insiden pingsannya salah satu siswi akibat kelelahan dan kondisi fisik yang belum pulih.

Setelah situasi berhasil diredakan oleh petugas pengamanan, kelima siswi tersebut akhirnya diperbolehkan masuk untuk bertemu langsung dengan Gibran.

Selain persoalan keracunan makanan program, warga setempat juga mendesak agar tata kelola pelaksanaan program nasional tersebut dievaluasi secara menyeluruh.

Kami cinta program MBG, Pak. Tapi cara mengerjakannya, tolong tata kelolanya harus dievaluasi, ujar salah seorang warga.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung