Repelita Jakarta - Guru besar ilmu politik Saiful Mujani menyampaikan pandangan kritisnya mengenai sistem demokrasi dan kualitas kepemimpinan nasional dalam perbincangan mendalam yang ditayangkan melalui kanal YouTube Forum Keadilan TV pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Saiful Mujani menyatakan bahwa survei terbaru yang dilakukan oleh pihaknya melibatkan sekitar 200 akademisi yang berpendidikan doktor serta profesor beserta para jurnalis senior untuk menilai mutu dari 31 tokoh nasional.
ADVERTISEMENT
Menurut Saiful Mujani, evaluasi tersebut didasarkan pada sembilan tolok ukur utama yang meliputi integritas moral, pemahaman visi dan misi, kapasitas teknokratik, empati kepada rakyat, sikap pluralis, hingga komitmen yang kuat terhadap sistem demokrasi.
Saiful Mujani menjelaskan bahwa dalam hasil penilaian kelompok intelektual tersebut, skor kompetensi untuk sejumlah tokoh mendapatkan catatan merah, di mana Gibran Rakabuming Raka memperoleh angka 3,7 dari skala 10.
Lebih lanjut, Saiful Mujani mengungkapkan bahwa penilaian terhadap Presiden Prabowo Subianto juga memperoleh skor agregat sekitar 5,1, yang menunjukkan adanya evaluasi kritis dari kalangan akademisi terhadap jalannya kepemimpinan saat ini.
Dalam kesempatan yang sama, Saiful Mujani menegaskan bahwa integritas merupakan syarat mutlak bagi seorang pemimpin nasional, termasuk dalam hal rekam jejak etik yang bersih tanpa adanya cacat moral maupun pelanggaran masa lalu.
Saiful Mujani juga menyoroti peran strategis partai politik yang memegang hak konstitusional penuh untuk mengusung calon pemimpin, sekaligus menilai bahwa partai pada akhirnya tetap membutuhkan figur-figur yang memiliki kapabilitas mumpuni untuk merebut simpati rakyat.
Menanggapi dinamika politik yang terjadi di tengah masyarakat, Saiful Mujani menambahkan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah secara berkala juga direfleksikan melalui survei populasi nasional secara proporsional dari Aceh hingga Papua.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok