Berita, Nasional

Saiful Mujani Kritik Keras Pidato Presiden Prabowo Soal Dampak Pelemahan Rupiah Di Desa

Repelita.net

18 May 2026 21:32 WIB • 803 view

Saiful Mujani Kritik Keras Pidato Presiden Prabowo Soal Dampak Pelemahan Rupiah Di Desa
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pakar riset dan pendiri lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting memberikan tanggapan menohok terkait jatuhnya performa indeks bursa saham domestik beserta melesatnya nilai mata uang asing terhadap mata uang dalam negeri.

Tokoh intelektual tersebut mengkritisi sikap jajaran pembuat kebijakan yang dinilai berupaya meremehkan dampak nyata dari guncangan pasar modal terhadap kelangsungan hidup kaum marginal di daerah.

ADVERTISEMENT

Dirinya pun melayangkan sindiran terbuka terhadap cara berkomunikasi Presiden Prabowo Subianto dalam menjelaskan potret stabilitas ekonomi nasional yang kini memicu polemik di ruang publik.

Ia menganggap narasi resmi yang beredar seolah-olah mengesampingkan penderitaan masyarakat pelosok atas merosotnya instrumen pasar keuangan nasional belakangan ini.

“Saham (IHSG) longsor, dolar makin mahal,” ujar Saiful dikutip fajar.co.id, Senin (18/5/2026).

Mantan akademisi tersebut lantas meniru ungkapan yang dilontarkan kepala negara dalam pidato resminya yang sempat viral beberapa waktu lalu.

“Enggak apa-apa, orang desa kan enggak punya saham dan enggak pakai dolar, iya kan?” sindirnya.

Menurut pandangan pakar politik ini, retorika semacam itu justru sangat berisiko menciptakan pemisahan sosial yang tajam antara pola kehidupan warga pedesaan dengan masyarakat perkotaan.

Langkah pembentukan opini publik tersebut dicurigai dapat menggiring persepsi bahwa badai krisis ekonomi global hanya menjadi beban segelintir kelompok borjuis semata.

Ia mendeteksi adanya indikasi untuk membenturkan psikologi masyarakat kelas bawah dengan para pelaku usaha bermodal besar di tanah air.

“Ilusi Prabowo adu domba warga desa versus orang kota,” ucapnya.

Tak sebatas itu, dirinya juga menguliti janji-janji politik kaum elite yang kerap mengklaim diri sebagai pembela hak warga miskin saat kontestasi pemilu bergulir.

“Orang yang kekurangan versus orang kaya seperti dirinya. Slogan orang kaya membela orang miskin, palsu,” tegasnya.

Ia pun menambahkan potret terkini dari lantai bursa yang dilaporkan terpuruk cukup dalam akibat aksi jual massal pada penutupan sesi perdagangan hari itu.

“Jam 15.00 hari ini saham gabungan turun 6,3 persen,” imbuhnya.

Di sisi lain, kecemasan publik terus meningkat setelah posisi mata uang garuda sempat terlempar ke level Rp17.600 per dolar pada akhir pekan lalu yang memicu kekhawatiran meroketnya tarif logistik pokok.

Namun di tengah bayang-bayang inflasi tersebut, Presiden Prabowo Subianto justru menegaskan bahwa fondasi ekonomi Indonesia masih jauh lebih tangguh jika disandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya.

Pernyataan menenangkan tersebut diutarakan sang presiden di depan para tokoh undangan dalam sebuah perhelatan kenegaraan yang kini ramai diperdebatkan.

Dalam penggalan pidatonya, sang kepala negara menekankan bahwa fluktuasi pasar valuta asing tidak akan membawa dampak destruktif yang masif bagi masyarakat di perkampungan.

Sebab dalam pandangan sang jenderal, mayoritas penduduk pedesaan sama sekali tidak bersentuhan dengan transaksi bermata uang asing dalam pemenuhan kebutuhan pokok mereka sehari-hari.

“Rupiah begini, rupiah begini, apa? Eh, dolar begini. Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan? Pangan aman, energi aman. Banyak negara panik, Indonesia masih oke,” ujar Prabowo.

Dirinya juga menepis berbagai macam prediksi miring dari para pengamat yang menyebut stabilitas pertahanan nasional akan segera runtuh akibat resesi global.

Mantan menteri pertahanan itu menilai analisis mengenai potensi kehancuran ekonomi nasional tersebut terlampau dramatis dan tidak sesuai dengan realitas sektor riil di lapangan.

“Sekarang ada yang selalu, sebentar-sebentar Indonesia akan collapse, akan chaos, rupiah begini, dolar begini. Mau dolar berapa ribu kek, orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok,” katanya.

Kepala negara menyatakan rasa optimisme yang tinggi terhadap ketahanan sektor pangan serta pasokan energi dalam negeri dalam menghadapi tekanan pasar internasional.

Ia juga mengimbau seluruh lapisan warga negara untuk tetap tegak berdiri dan percaya diri terhadap kapasitas kekuatan ekonomi domestik.

“Percayalah, ekonomi kita kuat, fundamental kita kuat. Orang mau ngomong apa, Indonesia kuat,” tegas Prabowo yang disambut tepuk tangan hadirin.

Pada momentum yang sama, presiden juga menyelipkan banyolan segar mengenai barisan figur publik yang paling merugi akibat penguatan mata uang negeri paman sam tersebut.

Menurut kelakarnya, kelompok masyarakat yang hobi melancong ke luar negeri serta para taipan besar lah yang paling merasakan pusing akibat pergeseran kurs moneter ini.

“Yang pusing itu yang suka ke luar negeri. Hayo siapa ini? Mbak Titiek pusing ini. Sakti Wahyu Trenggono, Anindya Bakrie, pengusaha pusing,” tuturnya sambil berkelakar.

Ia bahkan berseloroh agar masyarakat luas tidak perlu larut dalam kepanikan selama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masih menunjukkan gestur tenang dalam mengawal APBN.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung