Berita, Nasional

Said Iqbal Jadi Penasihat Prabowo, Pengamat Ragukan Objektivitasnya, Daya Kritis Gerakan Buruh Terancam Redup

Repelita.net

08 June 2026 17:10 WIB • 786 view

Said Iqbal Jadi Penasihat Prabowo, Pengamat Ragukan Objektivitasnya, Daya Kritis Gerakan Buruh Terancam Redup
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, dikabarkan akan dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai penasihat presiden khusus bidang ketenagakerjaan dan kesejahteraan pekerja.

Agenda pelantikan tersebut dijadwalkan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, 8 Juni 2026, pukul 15.00 WIB.

ADVERTISEMENT

Rencana masuknya tokoh buruh ini ke dalam jajaran pemerintahan memicu beragam pandangan dari berbagai pihak.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menekankan bahwa presiden perlu melakukan pertimbangan mendalam sebelum mengambil keputusan tersebut.

Jamiluddin mengakui bahwa Said Iqbal memiliki latar belakang pengalaman yang panjang dalam memimpin asosiasi pekerja, sehingga dinilai layak memberikan masukan bagi pemerintah.

"Said Iqbal tentu layak bila menjadi penasihat presiden di bidang ketenagakerjaan. Sebab, pengalamannya memimpin asosiasi buruh sangat berguna bagi presiden untuk melahirkan kebijakan yang berpihak kepada pekerja," ungkap Jamiluddin.

Kendati demikian, Jamiluddin memberikan kritik tajam mengenai cara pandang Said Iqbal yang dinilai parsial dan kerap mengabaikan kepentingan pengusaha.

"Hanya saja Said Iqbal bukanlah sosok yang bijak dalam mengatasi persoalan ketenagakerjaan. Said Iqbal kerap melihat persoalan ketenagakerjaan lebih parsial, dari sisi tenaga kerja saja. Ia kerap abai melihat dari sisi pengusaha," jelasnya.

Menurut Jamiluddin, penasihat presiden seharusnya mampu memetakan persoalan secara komprehensif agar solusi yang dihasilkan tepat sasaran, bukan justru menggunakan kacamata kuda.

"Jadi, Said Iqbal kerap melihat persoalan ketenagakerjaan dengan kaca mata kuda. Pola pikir demikian tampaknya tak cocok untuk menjadi penasihat presiden," tegasnya.

Pandangan serupa disampaikan Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, yang melihat potensi dampak positif sekaligus konsekuensi bagi gerakan buruh nasional.

Ia menilai bergabungnya Said Iqbal ke dalam lingkaran kekuasaan berisiko menurunkan daya kritis gerakan buruh terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

Hal ini lantaran Said Iqbal selama ini dikenal sebagai representasi utama yang sering melontarkan kritik keras terhadap regulasi pemerintah yang merugikan para pekerja. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok



TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung