Berita, Nasional

Said Didu Ungkap Keteladanan Jiwa Demokratis M Natsir Dan BJ Habibie Demi Menjunjung Tinggi Aturan Negara

Repelita.net

02 September 2026 20:26 WIB • 402 view

Said Didu Ungkap Keteladanan Jiwa Demokratis M Natsir Dan BJ Habibie Demi Menjunjung Tinggi Aturan Negara
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sebuah ulasan mendalam mengenai keteladanan kenegarawanan dua tokoh besar bangsa kembali menjadi pusat perhatian warganet pada tanggal 2 September 2026.

Catatan sejarah mengenai jiwa besar para pemimpin bangsa tersebut dibagikan secara terbuka oleh pemilik akun @msaid_didu melalui platform X.

ADVERTISEMENT

Seluruh isi unggahan penting dari akun tersebut ditampilkan secara utuh tanpa ada pengubahan redaksional sedikit pun sebagai berikut: Jiwa Demokratis M. Natsir dan BJ. Habibie.

Berbagai kesamaan pemikiran M. Natsir dan BJ. Habibie diuraikan secara rinci oleh Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra pada acara BJ. Habibie Memorial Lecture 2 September 2026 di Gedung Perpustakaan Nasional.

Muhammad Natsir dan BJ. Habibie adalah 2 (dua) tokoh Islam yang pernah memegang pucuk pimpinan di NKRI yang keduanya hanya sebentar dan “dikalahkan” dari aturan yang mereka buat sendiri demi terlaksananya proses demokrasi.

Muhammad Natsir adalah Perdana Menteri selama 7 (tujuh) bulan (1950-1951) yang merancang Pelaksanaan Pemilu 1955.

Namun saat pemilu 1955, Partai Masyumi yang dipimpin oleh M. Natsir kalah pemilu.

Bahkan Partai Masyumi dibubarkan tahun 1960.

Hal yang mirip terjadi yang dilakukan oleh Pak Habibie yg memajukan pemilu dari seharusnya bisa dilaksanakan tahun 2002 tapi demi demokrasi maka pemilu dimajukan menjadi tahun 1999.

Hasil pemilu tersebut yang menolak pertanggungjawaban Presiden Habibie.

Demi menghormati demokrasi maka Pak Habibie tidak mau maju sebagai calon Presiden 1999.

Ini menunjukkan bahwa 2 (dua) tokoh Islam (Muhammad Natsir dan BJ. Habibie) sangat menghormati proses demokrasi.

Paparan sejarah ketatanegaraan yang dibagikan tersebut langsung memancing apresiasi serta diskusi luas di kalangan warganet yang mengagumi integritas moral para pendahulu. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung