Berita, Viral Sosmed

Said Didu Ungkap Empat Alasan Spekulasi Strategi Geng Solo Rebut Kekuasaan Sebelum Pemilu 2029

Repelita.net

29 August 2026 22:17 WIB • 467 view

Said Didu Ungkap Empat Alasan Spekulasi Strategi Geng Solo Rebut Kekuasaan Sebelum Pemilu 2029
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Dynamics percaturan politik nasional kembali menghangat seiring mencuatnya berbagai analisis pakar serta pandangan tokoh mengenai peta kekuatan pemerintahan mendatang.

Analisis tajam terkait konstelasi politik tersebut menjadi perbincangan publik seusai diunggah oleh akun @msaid_didu

ADVERTISEMENT

pada tanggal 29 Agustus 2026 pukul 7.12 AM.

Pemilik akun @msaid_didu

memaparkan beberapa faktor mendasar mengenai مناورات kekuatan politik tertentu dalam sebuah tulisan.

"https://vt.tiktok.com/ZSVtFoPTN/

"

"Penyebab Geng Solo kebelet ingin rebut kekuasaan sblm 2029 :"

"1) Jokowi tdk pernah rela lepaskan kekuasaan dari dinastinya."

"2) Prabowo blm memberikan tanda positip bhw akan mau lagi pasangan dg Gibran 2029"

"3) Geng Solo anggap bhw jika mereka menunggu sampai 2029 maka Gibran berat bisa maju"

"4) Geng Solo melihat peluang jatuhkan Prabowo krn dari hasil survey, rakyat makin gak suka Prabowo dan ekonomi makin jelek."

"Akhirnya keluar opini “kalau bukan sekarang - gak akan mungkin lagi”"

Pernyataan menohok mengenai spekulasi politis tersebut langsung memicu gelombang komentar yang beraneka ragam dari warga net digital.

Tanggapan mengenai kalkulasi elektoral dan posisi tawar elit disampaikan oleh akun @MerasaTers45141

melalui kolom komentar.

"Capek kau berkoar2 disosmed tohh juga wowo pemilu 2029 dipake gibran karena wowo tahu orang2 kritis itu pasti tdk berani melengserkan dia karena ada gibran..sudah terbukti sekrang lihat orang kontra dengan mulyono mana berani demo walau kebijakan amburadul itu lah pegangan kartu"

Kritik tajam lainnya juga dilayangkan oleh pengguna media sosial menanggapi ambisi kepemimpinan politik tersebut.

Melalui cuitannya, akun @abdullah_yanto

menuliskan, "Mosok model kayak gini? Maksa! Mau jadi presiden? Ngga tau malu!@jokowi @gibran_tweet".

Sementara itu, reaksi kontra yang menyerang pribadi pembuat analisis turut mewarnai perdebatan di jejaring publik tersebut.

Pemilik akun @SugiarsoG

menyampaikan komentarnya, "Ahh si didu emang provokator dlm otaknya penuh kebencian yg akan dibawa mati langsung neraka percuma juga sholat kalau otaknya penuh kebencian di".

Perspektif lain mengenai psikologi pemilih dan simpati masyarakat diungkapkan oleh pengguna media sosial lainnya.

Akun @keboncendana

memberikan pandangannya dengan menuliskan, "Di negeri ini... siapapun yg dihina dan dihujat semakin dicintai rakyatnya... rakyat tidak melihat BENAR atau SALAH..tapi rakyat mudah IBA...jd siapapun yg berposisi sebagai yg menghina atau menghujat SEJATINYA DIA SEDANG MENJADI BAGIAN PENTING DARI YANG DIHINA/DIHUJAT.".

Analisis mendalam mengenai potensi tekanan terhadap elektabilitas pimpinan nasional juga disuarakan oleh netizen lain.

Melalui kolom tanggapan, akun @EkoApan

mengutarakan pendapatnya, "Masuk akal,Ahir" ini sampe kedepan analisa gw, kykna pak @prabowo &tim om @bang_dasco @sjafriesjams bakal digencet soal elektabilitas terkesan jelek. Sampe mentok ad pilihn ambil wakil lg 2 periode/kaga. ad pengamat kmrn ad yg bilang kill or to be kill.masuk akal juga".

Sanggahan atas narasi yang dibangun oleh pembuat konten ditutup oleh tanggapan kritis dari pengguna jejaring sosial lainnya.

Pemilik akun @LSoenoro

menuliskan komentar berbunyi, "Opini " kalo bukan sekarang - gak mungkin lagi" itu sih punya kelompokmu Puang... peluangmu semakin hari semakin menipis...".(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung