Berita, Nasional

Said Didu Kritik Kunjungan Gibran Dan Prabowo ke Lokasi Masalah: Datang Tanpa Solusi, Dinilai Sekadar Pencitraan

Repelita.net

12 September 2026 19:23 WIB • 453 view

Said Didu Kritik Kunjungan Gibran Dan Prabowo ke Lokasi Masalah: Datang Tanpa Solusi, Dinilai Sekadar Pencitraan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Muhammad Said Didu menyoroti kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke lokasi persoalan yang menurutnya belum disertai penyelesaian konkret.

Pandangan tersebut disampaikan Said Didu melalui akun X @msaid_didu pada 12 September 2026 pukul 09.34 WIB dengan mengomentari pola penanganan persoalan yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran.

ADVERTISEMENT

“Setiap kegagalan kebijakan Presiden @prabowo, Wapres @gibran_tweet selalu datang ke lokasi tapi tanpa solusi dan seakan menunjukkan bhw yg salah adalah Presiden. Masih ingat demo mahasiswa dll.”

Unggahan tersebut turut mengutip pernyataan Akbar Faizal yang sebelumnya disampaikan pada 11 September mengenai kunjungan Gibran ke lokasi persoalan.

“Kepada Sdr Wapres @gibran_tweet, berkunjung ke lokasi problem spt dalam video ini sama sekali tak membantu. Ini gaya politiknya Bapakmu. Anda khan milenial. Masak gini? Kuajarkan caranya: Panggil Menteri @KementerianESDM, Kapolri, Menteri @KemenkeuRI dan K/L terkait. Tanyakan,”

Pernyataan Said Didu kemudian memunculkan beragam tanggapan dari pengguna X yang memperdebatkan efektivitas kunjungan pejabat ke lokasi masalah serta langkah yang seharusnya dilakukan pemerintah.

Akun @SuhonoSuwardi memberikan respons kritis terhadap Said Didu dengan menulis, “Gimana si didu ini nanti di akhirat terkait pertanggungjawaban jari & lidahnya saat hidup di dunia krn isinya framming “adu domba””.

Sementara akun @MukomukoRa justru menyarankan Said Didu mempelajari gaya politik Gibran melalui komentar, “Saya kasih tahu ya, kalau ingin jadi politikus belajarlah pada Gibran. Makanya anda tidak dikenal masyarakat, politikus di atas meja.”

Akun @BenGaok78 juga menyampaikan pandangan bernada politik mengenai masa depan Gibran serta pemerintahan, dengan menuliskan, “Sad but true.. dia akan menjadi presiden selanjutnya. Selama uangnya yg 11.000 T hasil babi ngepet blm habis.. negeri ini dalam genggaman mereka. Hai orang miskin, tetaplah bodoh.. biar Gibran bisa berkuasa....”

Komentar lain datang dari @feriakbar18 yang menghubungkan persoalan kebijakan pemerintah dengan pujian terhadap menteri melalui pernyataan, “akibat kebanyakan puji menteri,tapi kebijakan nya nyengsarakan masyarakat”.

Akun @machineheadz kemudian mengusulkan penghentian program Makan Bergizi Gratis atau MBG sebagai salah satu langkah yang dinilainya dapat memulihkan kepercayaan publik.

“Ya makanya, pecat aja. Dan jangan bikin kesalahan yg bisa dijadikan senjata sama lawan. Hentikan mbg, bisa jadi langkah pertama utk mendapatkan kembali kepercayaan masyarakat.”

Respons berikutnya datang dari @Apri12475651 yang menyinggung aktivitas ke luar negeri dengan menulis, “Duuuu didu.....dari pada malah keluar negeri ngabisin uang.catat ak bkn pendukung termul”.

Akun @sina38668 mempertanyakan kemungkinan adanya skenario politik di balik sejumlah kebijakan pemerintah dengan menulis, “Aaaaah... Emang semua di rancang, utk jatuhkan Prabowo termasuk MBG dan Kopdes, siapa yg rancang?”

Sementara itu, @Batara_Bulu memberikan komentar singkat yang menyebut hubungan antara ayah dan anak dalam konteks politik, “sangat sakit hati ke bapaknya, iri ke anaknya, semoga senantiasa sehat²”.

Akun @DjumadiPartose1 memberikan tanggapan berbeda dengan mengaitkan kunjungan Gibran dengan persoalan harga bahan bakar melalui komentar, “Kirain @gibran_tweet mau menggratiskan (bayarin) pembeli pertalite!”

Akun @wpamuji kemudian membela posisi Wakil Presiden dengan menulis, “Wapres RI mmg disiapkan jadi patung, aktif dikira mau kudeta, diam dihina”.

Komentar lainnya berasal dari @donxwitter yang menilai langkah Gibran memiliki kemiripan dengan gaya politik ayahnya melalui pernyataan, “Manuvernya 11-12 kyk bapaknya. Pencitraan adalah koentji.”

Di sisi lain, akun @NARAYALA0623 membantah anggapan bahwa kunjungan Gibran tidak menghasilkan tindakan dengan mengungkapkan informasi mengenai dokter pribadi Wakil Presiden dan penanganan korban MBG.

“Ga ada Solusi ?? Matamu SUWEK...?? Telingamu BUDEG...?? Duuu... Duuu... Wapres Menugaskan DOKTER PRIBADInya utk membantu korban MBG dan harus UPDATE situasi kondisi termasuk JIKA PERLU RUJUKAN PASIEN KE RS JAKARTA ?? Hadeehh🤦 Kapan OTAKmu WARAASSS Duuu...”

Perdebatan di X tersebut memperlihatkan adanya perbedaan pandangan mengenai makna kunjungan pejabat ke lokasi persoalan, terutama apakah kehadiran di lapangan harus disertai keputusan atau langkah penyelesaian yang dapat segera terlihat.

Said Didu sendiri dalam unggahannya menilai kunjungan Presiden dan Wakil Presiden ke lokasi persoalan belum memberikan solusi, sedangkan sejumlah pengguna lain menyampaikan pandangan berbeda mengenai tindakan yang telah dilakukan Gibran.

Berbagai komentar tersebut merupakan pendapat masing-masing pengguna X dan tidak secara otomatis membuktikan tuduhan maupun kesimpulan yang disampaikan dalam percakapan tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung