Berita, Nasional

Said Didu Bongkar Dugaan Tekanan Oligarki dan Perebutan Pengaruh Jokowi-Prabowo

Repelita.net

18 October 2026 00:37 WIB • 86 view

Said Didu Bongkar Dugaan Tekanan Oligarki dan Perebutan Pengaruh Jokowi-Prabowo
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pengamat politik Said Didu membongkar ketegangan hubungan serta perebutan pengaruh kekuasaan antara Presiden Prabowo Subianto dengan mantan Presiden Joko Widodo.

Pernyataan mendalam tersebut disampaikan Said Didu dalam wawancara di kanal YouTube Polemik Politik yang dipublikasikan pada Rabu 14 Oktober 2026.

ADVERTISEMENT

"Pada saat dia mencoba menggerakkan gerakan tiga periode diutuslah apa semua ketua partai politik kita harus sebutkan Airlangga Hartarto dari Golkar yang mensponsori, Muhaimin Iskandar mensponsori, Zulkifli Hasan mensponsori, La Nyalla Mattalitti mensponsori agar tiga periode," ungkap Said Didu.

Said Didu membeberkan adanya tekanan politik sistematis yang dirancang kelompok oligarki untuk mengunci arah kebijakan serta susunan kabinet pemerintahan baru.

"Informasi itu adalah hasil pertemuan oligarki di IKN tanggal 11-12 dan mengamanatkan bahwa harus menekan Prabowo agar tetap keberlanjutan daripada Presiden Jokowi termasuk kabinet dan programnya. Ada ancaman empat lima ancaman ke Prabowo kalau dia tidak diikuti," ujar Said Didu.

Kesepakatan penyusunan jajaran menteri tersebut dikabarkan terjadi menjelang prosesi pelantikan pimpinan negara di Istana.

"13 Oktober 7 hari sebelum dilantik terjadi kesepakatan untuk menetapkan kabinet-kabinet yang 17 orang masih Jokowi, yang hadir situ ada Luhut Binsar Pandjaitan, ada Dasco," jelas Said Didu.

Said Didu menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki kalkulasi politik matang serta strategi tersendiri dalam menghadapi manuver tekanan tersebut.

"Jangan kita ajari Prabowo bagaimana melawan Jokowi karena dia sudah berkali-kali dikhianati. Orang ini permainannya sudah sering tahu Jokowi punya kartu truf, saya yakin juga Prabowo juga punya kartu truf," tegas Said Didu.

Batas waktu perombakan penuh kabinet diprediksi akan menjadi titik krusial bagi Presiden Prabowo untuk melepas bayang-bayang pengaruh rezim terdahulu.

"Kalau Pak Prabowo terlambat 17 Agustus 2026 itu sudah harus menyingkirkan, sudah selesai waktunya berterima kasih kepada Jokowi dan kawan-kawan, sudah selesai," pungkas Said Didu.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung