Berita, Nasional

Rusia Sandarkan Kapal Selam di Jakarta, Sinyal Geopolitik ke Amerika?

Repelita.net

03 May 2026 18:41 WIB • 994 view

Rusia Sandarkan Kapal Selam di Jakarta, Sinyal Geopolitik ke Amerika?
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kehadiran tiga kapal perang Armada Pasifik Rusia di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, sejak 29 Maret hingga 2 April 2026 bukanlah sekadar kunjungan rutin militer biasa.

Di balik sandarnya kapal selam canggih RFS Petropavlovsk-Kamchatsky (B-274), korvet RFS Gromky, serta kapal tunda Andrey Stepanov, tersimpan dimensi strategis yang lebih dalam dan kompleks.

ADVERTISEMENT

Dimensi tersebut menyentuh kepentingan geopolitik global yang tengah memanas, terutama konflik antara Iran melawan blok Amerika Serikat dan Israel.

Secara resmi, kunjungan ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan pertahanan maritim antara Indonesia dan Rusia, sekaligus persiapan menuju latihan bersama kedua negara.

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah mengatakan, ketika ditarik dalam konteks global yang lebih luas, kehadiran kapal selam canggih tersebut tidak bisa dipandang netral semata.

“Dalam perspektif intelijen, setiap pergerakan militer memiliki pesan. Kehadiran kapal selam Rusia di Indonesia bisa dibaca sebagai bagian dari strategi signaling kepada pihak-pihak tertentu, khususnya di Timur Tengah,” kata Amir dikutip pada Sabtu (2/5/2026).

Ia menjelaskan bahwa Rusia selama ini dikenal memiliki kedekatan strategis dengan Iran, baik dalam konteks militer maupun geopolitik.

Dalam berbagai konflik regional, Rusia kerap berada di belakang Iran sebagai penyeimbang terhadap dominasi kekuatan Barat di kawasan.

“Kehadiran armada Rusia di Indonesia dapat dimaknai sebagai upaya memperluas spektrum pengaruhnya, termasuk melalui negara-negara non-blok seperti Indonesia,” kata Amir menjelaskan analisisnya.

Indonesia sebagai negara dengan politik luar negeri bebas aktif memang memiliki posisi yang unik dan strategis.

Di satu sisi, Indonesia menjalin hubungan baik dengan negara-negara Barat, namun di sisi lain juga membuka ruang kerja sama yang luas dengan Rusia dan negara-negara Timur lainnya.

"Posisi ini menjadikan Indonesia sebagai aktor potensial dalam memainkan peran diplomasi yang lebih luas di panggung global,” kata Amir mengakhiri pernyataannya.

Kunjungan kapal perang Rusia ini juga bertepatan dengan meningkatnya ketegangan global dan isu gangguan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, sebelumnya menegaskan bahwa kehadiran armada ini bukanlah bentuk ancaman.

“Kami tidak menimbulkan ancaman apa pun bagi negara tetangga mana pun atau negara-negara di kawasan Indonesia. Ini adalah simbol kesiapan kami untuk bekerja sama dengan Indonesia serta menyelenggarakan latihan dan pertukaran pengalaman,” ujar Dubes Tolchenov dalam konferensi pers di Pelabuhan Tanjung Priok pada 31 Maret 2026.

Kunjungan ini juga membawa misi simbolis untuk mengamankan jalur logistik di Timur Tengah melalui pengaruh Rusia terhadap Iran.

Presiden Prabowo Subianto sendiri sebelumnya melakukan kunjungan langsung ke Moskow untuk bertemu Presiden Vladimir Putin pada April 2026.

Langkah diplomasi dua arah ini dinilai sebagai upaya Indonesia mencari alternatif pasokan energi sekaligus menegaskan independensi politik luar negeri di tengah krisis global.

Kehadiran kapal selam canggih Rusia di perairan Indonesia pun menjadi sinyal kuat bahwa Jakarta dan Moskow semakin erat dalam menjaga stabilitas kawasan Asia Pasifik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung